Cara Beternak Ayam Kampung agar Cepat Panen
- 29 Jul 2026 08:10 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID, Bukittinggi - Ternyata ada banyak cara ternak ayam kampung agar cepat panen yang bisa diaplikasikan saat ini, seperti yang terlihat, jenis ayam ini sangat disukai oleh masyarakat karena semua bagian tubuhnya bermanfaat sekali.
Mulai dari telur, daging, dan bulunya dapat dijadikan sebagai tambahan penghasilan bagi pemiliknya, faktanya, daging ayam kampung sangat disukai daripada daging lainnya karena cita rasanya khas dan memiliki nutrisi yang sangat tinggi. Sedangkan telurnya memiliki protein tinggi daripada ayam negeri.
Sementara untuk bulunya, biasanya digunakan untuk kemoceng dan berbagai hiasan lainnya yang menarik. Beruntungnya penjualan ayam kampung masih sangat terbatas sehingga tidak heran bila harganya juga lebih tinggi daripada ayam lainnya. Jadi, beternak ayam kampung bisa memberikan keuntungan yang besar.
Cara Ternak Ayam Kampung Cepat Panen :
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika ingin beternak ungags ini supaya hasilnya bisa maksimal. Oleh karena itu, sebaiknya perhatikan beberapa poin di bawah ini bila ingin cepat panen, antara lain:
1. Pilih Bibit Terbaik dan Berkualitas
Jangan pandang sebelah mata proses pemilihan bibit ayam berkualitas jika Anda ingin ayam Anda cepat panen. Dengan genetika yang baik, DOC ayam kampung dapat tumbuh dengan lebih cepat, kuat, dan produktif. Bibit yang bagus dan berkualitas bisa meningkatkan nilai jualnya.
Maka dari itu, cari bibit dari pembibit atau peternak terpercaya. Anda juga bisa beli indukannya atau parent stock, kemudian pelihara hingga bertelur dengan sempurna.
2. Perhatikan Makanan Ayam Kampung Anda
Pakan ayam kampung sangat mempengaruhi hasil telurnya nanti. Jadi jangan sembarangan. Berikan makanan bernutrisi tinggi, mulai dari air, lemak, karbohidrat, dan protein. Misalnya dengan cara memberikannya kacang tanah untuk makanannya.
Biasanya cara ternak ayam kampung cepat panen ini butuh biaya lebih untuk melakukannya. Solusinya adalah buat makanannya sendiri. Misalnya seperti memberikan dedak, yaitu dibuat dari penggilingan gabah.
3. Perawatan Lainnya juga Perlu Diperhatikan
Perawatan bisa dimulai dari bersihkan lingkungan dan kandangnya secara rutin. Tujuannya adalah agar terhindar dari berbagai sarang penyakit. Sedangkan yang baru menetas dan bertelur, Anda harus memberi penghangat ruangan. Salah satu caranya adalah dengan memberikan bohlam lampu.
Sementara bila ada ayam yang sudah terkena penyakit, maka Anda sebaiknya memisahkannya dengan yang lain. Hal ini bertujuan supaya ternak lainnya tidak tertular.
4. Masa Panen Ayam Kampung
Untuk mendapatkan unggas yang bagus dan sehat, ada rahasia yang bisa Anda ikuti. Rahasianya adalah saat mereka bertelur untuk pertama kalinya, jangan jadikan telur pertama sebagai bibit karena biasanya kualitasnya kurang sempurna atau kurang bagus.
Referensi Cara Ternak Ayam Kampung Cepat Panen
Setelah melihat bagaimana panduan ternaknya, saatnya mencari referensi soal budidayanya sehingga Anda tahu langkah seperti apa yang cocok untuk digunakan.
Di bawah ini adalah 3 jenis referensi beternak supaya dapat segera panen :
1. Versi Tradisional
Cara ternak ayam kampung cepat panen ini sering dipilih di pedesaan. Biasanya ayam akan dibiarkan hidup di halaman begitu saja untuk mencari makanannya sendiri.
Meskipun cara ini paling mudah untuk dilakukan, namun cara ini memiliki risikonya sendiri, yaitu ayam bisa mati, hilang, atau terserang penyakit.
Salah satu cara untuk membuat ayam Anda lebih kuat menghadapi penyakit adalah dengan memilih bibit ayam yang berkualitas.
2. Versi Semi Intensif
Langkah ini mirip dengan cara sebelumnya. Pada cara semi intensif, ayam dilepas di halaman namun ada pagar pembatasnya. Bedanya versi ini adalah ada kandangnya. Sedangkan kelemahannya, pemilik mungkin kerepotan karena harus memasukkannya ke kandang setiap malam.
3. Versi Intensif
Cara ternak ayam kampung cepat panen ini sangat praktis. Ayam dikurung di kandang selama 24 jam. Namun kekurangannya adalah pertumbuhan dan perkembangannya lambat, namun cara merawatnya jauh lebih mudah.
Jadi dapat disimpulkan bila semi-intensif dan intensif itu butuh kandang untuk tempat berteduhnya. Kandangnya harus mendapat paparan sinar matahari yang cukup, jaraknya aman, dan perlengkapannya lengkap, sehingga bisa memberikan dampak positif bagi ayamnya.
Sedangkan pada versi tradisional tidak dibutuhkan banyak biaya untuk kandang dan pakan, namun memiliki risiko yang perlu dipertimbangkan. (ALT/YPA)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....