Berani Pasang Batas?, Kunci Menghadapi Teman Toxic

  • 23 Feb 2026 11:36 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID, Bukittinggi - Punya teman itu harusnya bikin hidup lebih ringan. Bisa curhat, ketawa bareng, saling dukung. Tapi pernah nggak sih, kamu justru merasa capek setiap habis ketemu seseorang? Rasanya energi terkuras, hati nggak enak, bahkan jadi overthinking sendiri. Kalau iya, mungkin kamu sedang berhadapan dengan teman yang toxic.

Teman toxic bukan selalu berarti orang yang jahat banget. Kadang mereka terlihat baik, tapi sering meremehkan, suka membanding-bandingkan, atau datang cuma saat butuh. Yang bikin bingung, kita nggak enak hati kalau mau menjauh. Takut dibilang berubah. Takut dianggap sombong.

Padahal, menjaga diri itu bukan drama. Itu bentuk sayang ke diri sendiri.

Pertama, coba jujur sama perasaanmu. Setiap habis ngobrol dengannya, kamu merasa apa? Didengar atau diremehkan? Didukung atau malah dijatuhkan? Kalau lebih sering merasa nggak nyaman, itu sinyal yang nggak boleh diabaikan.

Kedua, mulai pasang batas pelan-pelan. Nggak harus langsung konfrontasi besar. Misalnya, kalau dia sering merendahkan pilihanmu, kamu bisa jawab singkat tanpa perlu menjelaskan panjang lebar. Kalau dia sering memanfaatkan, belajar bilang, “Maaf, kali ini aku nggak bisa.” Sederhana, tapi tegas.

Ketiga, kurangi intensitas. Kamu nggak harus selalu ada. Balas chat seperlunya. Bertemu kalau memang ingin, bukan karena terpaksa. Jarak yang sehat bisa bikin kamu lebih tenang tanpa harus ribut.

Yang penting, jangan terpancing emosi. Teman toxic seringkali senang kalau reaksinya besar. Kalau kamu tetap tenang, tidak terpancing, lama-lama dia akan sadar atau justru menjauh sendiri.

Dan satu hal lagi: kamu nggak harus mempertahankan semua orang dalam hidupmu. Nggak semua pertemanan harus dibawa sampai selamanya. Ada yang memang hadir hanya untuk satu fase.

Menghadapi teman toxic tanpa drama artinya memilih dewasa. Nggak perlu sindir di media sosial. Nggak perlu perang kata-kata. Cukup jaga batas, jaga sikap, dan jaga kesehatan mentalmu.

Karena pertemanan yang sehat itu bikin kamu merasa cukup, bukan merasa kurang. Dan kamu berhak punya lingkungan yang membuatmu tumbuh, bukan yang terus-menerus menjatuhkan. (DEP/YPA)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....