Narasumber Sibuk Jadi Tantangan Media

  • 14 Apr 2026 08:07 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID, Bukittinggi - Permintaan narasumber kerap menghadapi kendala ketika pihak yang bersangkutan memiliki agenda padat. Situasi ini menjadi tantangan tersendiri bagi jurnalis yang membutuhkan keterangan langsung untuk menjaga akurasi pemberitaan.

Dalam sejumlah kasus, narasumber memilih tetap menjadi sumber utama meski waktu yang dimiliki terbatas. Mereka enggan diwakilkan kepada pihak lain dengan alasan menjaga keutuhan informasi yang disampaikan kepada publik.

Kondisi tersebut seringkali membuat proses wawancara harus menyesuaikan jadwal yang tidak menentu. Jurnalis dituntut lebih fleksibel, termasuk menunggu waktu yang tepat atau memanfaatkan momen singkat untuk mengajukan pertanyaan.

Di sisi lain, kebutuhan media terhadap kepastian waktu juga tidak bisa diabaikan. Deadline pemberitaan mengharuskan informasi diperoleh secara cepat tanpa mengorbankan kualitas dan keberimbangan.

Pengamat komunikasi menilai, diperlukan kesepahaman antara narasumber dan media dalam menyikapi situasi ini. Keterbukaan untuk mengatur waktu secara realistis dinilai dapat menjadi solusi agar kedua pihak tidak dirugikan.

Selain itu, komunikasi yang intens antara jurnalis dan pihak narasumber menjadi kunci penting. Koordinasi yang baik dapat membantu menentukan waktu yang tepat tanpa mengganggu agenda utama narasumber.

Meski enggan digantikan, narasumber tetap diharapkan memberikan alternatif, seperti pernyataan tertulis atau wawancara singkat. Hal ini dinilai dapat membantu media tetap memperoleh informasi yang dibutuhkan.

Dengan pendekatan yang profesional dan saling menghargai, dinamika antara kesibukan narasumber dan kebutuhan media dapat dikelola dengan lebih baik, sehingga informasi yang sampai ke publik tetap akurat dan tepat waktu. (SD/YPA)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....