Pemko Bukittinggi Genjot UMKM Berdaya Saing Global Lewat Inkubasi Bisnis 2026
- 24 Agt 2026 10:34 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID,Bukittinggi — Pemerintah Kota Bukittinggi melalui Dinas Koperasi, UKM dan Tenaga Kerja terus mendorong pelaku usaha mikro dan UMKM agar semakin berdaya saing melalui Program Unggulan (Progul) Sosialisasi Inkubasi Bisnis Tahun 2026.

Kegiatan yang dilaksanakan di tiga kecamatan di Kota Bukittinggi tersebut memasuki hari terakhir pada Senin (24/8/2026) pagi, bertempat di Aula Kantor Camat Aur Birugo Tigo Baleh (ABTB). Kegiatan diikuti sekitar 50 pelaku usaha yang telah memiliki dan menjalankan bisnis.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Tenaga Kerja Kota Bukittinggi Elkudri,M.Si, Kepala Bidang Koperasi Fauzan, ST, Sekretaris Camat ABTB Yopi Zulfikar, ST, serta narasumber Fajhri Arye Gemilang,SE.BBA.Hons.MM.NCT.CCMS.CPS.CBC dari CV Academy Gemilang Indonesia
Program inkubasi bisnis tersebut bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pelaku usaha terkait manajemen usaha, meningkatkan produktivitas usaha mikro, sekaligus membangkitkan semangat pelaku UMKM agar mampu berkembang dan naik kelas.
Sekretaris Camat ABTB Yopi Zulfikar mengatakan, pelatihan inkubasi bisnis merupakan kegiatan strategis dalam meningkatkan kemampuan pelaku usaha mikro di Kota Bukittinggi.
“Pelatihan Inkubasi Bisnis bagi UMKM yang dilaksanakan hari ini merupakan kegiatan yang sangat strategis dalam rangka meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pelaku usaha mikro di Kota Bukittinggi. Kami juga sangat berbangga kegiatan ini dilaksanakan di Kantor Camat ABTB,” ujar Yopi.


Ia mengajak seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan serius dan memanfaatkan berbagai pengetahuan yang diberikan untuk mengembangkan usaha masing-masing.
Menurutnya, perkembangan ekonomi saat ini tidak dapat dipisahkan dari digitalisasi. Karena itu, pelaku UMKM harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan memanfaatkan platform digital untuk memperluas pasar.
“Jangan sampai kita hanya menjadi penonton di negeri sendiri. Persaingan global harus kita manfaatkan sebaik mungkin. Kalau tidak, kita akan tertinggal,” tegasnya.
Yopi menambahkan, UMKM merupakan salah satu penggerak utama perekonomian masyarakat. Keberadaan UMKM menjadi jantung ekonomi kerakyatan sekaligus pelopor tumbuhnya perekonomian masyarakat.
Hal tersebut sejalan dengan visi Pemerintah Kota Bukittinggi, yakni “Bukittinggi Gemilang, Berkeadilan, dan Berbudaya”, yang salah satunya dijabarkan melalui misi membangun ekonomi masyarakat yang berkeadilan.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Tenaga Kerja Kota Bukittinggi Elkudri, M.Si mengatakan, kegiatan inkubasi bisnis merupakan bagian dari program unggulan Pemerintah Kota Bukittinggi untuk mendorong UMKM semakin maju dan mampu bersaing.
Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ruang untuk menambah ilmu dan keterampilan, tetapi juga menjadi momentum membangun semangat pelaku usaha agar ekonominya semakin berdaya dan mampu naik kelas.
“Kegiatan ini merupakan bagian dari program unggulan Pemerintah Kota Bukittinggi. Kita berharap melalui inkubasi bisnis, UMKM kita semakin maju, berkembang, bahkan nantinya mampu mengikuti berbagai expo dan memperkenalkan produk unggulan Bukittinggi ke pasar yang lebih luas,” kata Elkudri.
Ia juga menilai pelaksanaan kegiatan di Kecamatan ABTB sangat tepat, mengingat Sekcam ABTB Yopi Zulfikar memiliki pengalaman di bidang inkubasi bisnis dan sebelumnya pernah menjabat sebagai Sekretaris Dinas Koperasi, UKM dan Tenaga Kerja Kota Bukittinggi.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pemahaman mengenai konsep dan manfaat inkubasi bisnis. Inkubasi bisnis merupakan proses pembinaan yang mendukung pengembangan dan pertumbuhan awal sebuah usaha, termasuk usaha rintisan atau startup.
Melalui program tersebut, pelaku usaha mendapatkan berbagai dukungan, mulai dari pelatihan dan mentoring, akses permodalan, pengembangan jaringan bisnis, fasilitas pendukung, hingga bantuan dalam aspek manajemen, legalitas, akuntansi, operasional, pengembangan produk, pengemasan dan promosi.
Program inkubasi juga diharapkan mampu mengurangi risiko yang dihadapi pelaku usaha pada tahap awal, mempercepat pertumbuhan bisnis, membangun kapasitas dan jaringan usaha, serta meningkatkan daya saing produk di pasar.
Dalam pemaparannya, narasumber Fajri dari Akademi Gemilang menekankan pentingnya peningkatan kapasitas pelaku UMKM dalam menghadapi perubahan pasar yang semakin cepat.
Pasalnya, masih terdapat sejumlah tantangan yang dihadapi UMKM, di antaranya produktivitas dan daya saing produk yang masih terbatas, jangkauan pasar yang belum luas, serta masih adanya pelaku usaha yang gagap teknologi.
Di sisi lain, selera konsumen terus berubah sehingga pelaku UMKM dituntut mampu berinovasi, memahami kebutuhan pasar dan memanfaatkan teknologi digital.
Karena itu, pemerintah terus berupaya menciptakan iklim usaha yang kondusif sekaligus memberikan pendampingan agar UMKM mampu berkembang secara berkelanjutan.
Melalui pelatihan tersebut, Pemerintah Kota Bukittinggi berharap pelaku UMKM tidak hanya mampu bertahan di tengah persaingan, tetapi juga mampu memperluas pasar hingga tingkat nasional bahkan internasional.
“Jangan sampai kita hanya menjadi penonton di negeri sendiri. Kita bertekad menjadikan produk UMKM Bukittinggi mampu menembus pasar internasional dan menjadi primadona di negeri sendiri,” demikian harapan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.
Pemerintah berharap pelatihan Inkubasi Bisnis 2026 dapat memberikan tambahan pengetahuan, wawasan dan keterampilan bagi pelaku UMKM, sehingga semakin produktif, inovatif, mandiri dan mampu meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat Kota Bukittinggi. (JM/RRI BKT)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....