Makna Hari UMKM Nasional Bagi Pelaku Usaha Kab. Agam

  • 19 Agt 2026 09:30 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID - Bukittinggi. Peringatan Hari UMKM Nasional yang jatuh pada tanggal 12 Agustus lalu bertepatan dengan hari lahir Bung Hatta, bapak koperasi Indonesia. Hari UMKM Nasional ini sendiri sudah ditetapkan sejak 25-26 Mei 2016 berdasar UU No.20 Th 2008. Momen bersejarah ini dimanfaatkan oleh para pelaku usaha di daerah untuk menyuarakan harapan besar terhadap keberlanjutan dan penguatan daya saing usaha rakyat.

Penguatan sektor UMKM memerlukan perhatian serius, mulai dari legalitas usaha hingga perluasan jangkauan pasar. Nadiar yang 2 periode sebelumnya menjadi Ketua Forum UMKM Sungai Pua, dan berakhir pada 4 Agustus 2026, saat ini aktif sebagai Bendahara Forum UMKM, Wakil Ketua Asosiasi Ekonomi Kreatif, dan Pengawas Koperasi Forum UMKM, untuk wilayah Kab. Agam. Ia menegaskan bahwa intervensi dan fasilitasi dari pemerintah menjadi kunci utama agar para pelaku usaha mampu mengatasi keterbatasan internal.

"Bagi kami seluruh UMKM insya Allah sangat penuh harapan dalam peringatan Hari UMKM Nasional ini. Banyak sekali harapan karena kebutuhan UMKM itu banyak sekali, dari perizinan, kemasan, pemasaran, hingga ekspor. Tanpa sentuhan pemerintah, kita tidak bisa berbuat banyak karena keterbatasan modal dan SDM."

Nadiar . Bendahara Forum UMKM, Wakil Ketua Asosiasi Ekonomi Kreatif, dan Pengawas Koperasi Forum UMKM, untuk wilayah Kab. Agam. Sumber: Dokumentasi Pribadi

Dari puluhan ribu pelaku usaha yang terdata di Kabupaten Agam, kelompok usaha skala mikro terbukti menjadi tulang punggung perekonomian yang paling stabil. Sektor ini memiliki fleksibilitas tinggi dan tidak mudah goyah ketika terjadi krisis, berbeda dengan skala usaha besar yang sangat bergantung pada rantai pasok global.

"Usaha mikro ini umumnya lebih bertahan karena modalnya relatif sedikit dan pemasarannya di sekitar daerah sendiri. Berbeda dengan usaha besar yang jika pemasarannya terganggu bisa langsung bangkrut. Untuk itu sentuhan pemerintah berupa pembinaan sangat kami butuhkan."

Melalui wadah komunikasi dan koperasi yang menaungi ribuan anggota di Kabupaten Agam, sinergi antara komunitas dan pemerintah diharapkan dapat terus ditingkatkan demi mendorong UMKM lokal naik kelas. (NAS)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....