UMKM Bukittinggi Berbenah Lewat Pelatihan Dede Suriady Harahap

  • 02 Jun 2026 15:35 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID,Bukittinggi - Pemerintah Kota Bukittinggi melalui Dinas Koperasi, UKM dan Tenaga Kerja menggelar Pelatihan Vocational Kuliner bagi pelaku usaha mikro. Kegiatan yang merupakan pokok pikiran (Pokir) Anggota DPRD Kota Bukittinggi, Dede Suriady Harahap berlangsung di Atiyan Hotel Syariah Bukittinggi mulai 2 hingga 4 Juni 2026.

Pelatihan dibuka oleh Kepala Bidang Koperasi dan Usaha Mikro Dinas Koperasi, UKM dan Tenaga Kerja Kota Bukittinggi, Fauzan,ST yang mewakili Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Tenaga Kerja Kota Bukittinggi.

Kegiatan ini diikuti 20 peserta dari Kelurahan Koto Selatan, Kecamatan Mandiangin Koto Selayan (MKS).

Hadir sebagai narasumber antara lain Dini Khairunisa Zulkarnaen dari LPK Srikandi Bukittinggi, Lurah Koto Selayan Ferizal,SH serta Latifah Putri Juwita dari Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal.

Dalam sambutan Kepala Bidang Koperasi dan Usaha Mikro Dinas Koperasi, UKM dan Tenaga Kerja Kota Bukittinggi Fauzan,ST mewakili Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Tenaga Kerja Kota Bukittinggi mengatakan pelatihan tersebut merupakan langkah strategis untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pelaku usaha mikro, khususnya di bidang kuliner.

“Pelatihan Vocational Kuliner yang dilaksanakan hari ini merupakan kegiatan yang sangat strategis dalam rangka meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pelaku usaha mikro di Kota Bukittinggi,” ujarnya.

Menurut Fauzan, persoalan pengangguran merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah, swasta dan masyarakat. Karena itu, pemerintah daerah terus berupaya menghadirkan berbagai program peningkatan keterampilan dan kewirausahaan guna menciptakan peluang usaha baru bagi masyarakat.

Ia menegaskan bahwa semangat kewirausahaan harus terus digalakkan agar mampu mengurangi angka pengangguran dan kemiskinan.

“UMKM merupakan leader perekonomian yang menjadi jantung ekonomi masyarakat serta pelopor tumbuhnya ekonomi kerakyatan. Hal ini sejalan dengan visi Pemerintah Kota Bukittinggi, yaitu Berkeadilan, Bukittinggi Gemilang dan Berbudaya, yang salah satu misinya membangun ekonomi masyarakat yang berkeadilan,” katanya.

Fauzan menjelaskan, Pemerintah Kota Bukittinggi selama ini memberikan perhatian besar terhadap pemberdayaan dan pengembangan UMKM, mulai dari peningkatan kualitas sumber daya manusia, akses permodalan, pemasaran hingga manajemen usaha.

Namun demikian, masih terdapat sejumlah tantangan yang dihadapi pelaku UMKM, terutama rendahnya kualitas sumber daya manusia dan keterbatasan penguasaan teknologi yang berdampak pada produktivitas serta daya saing produk.

“Produktivitas dan daya saing produk UMKM kita masih terbatas. Sebagian pelaku usaha juga masih mengalami kendala dalam pemanfaatan teknologi sehingga sulit mengikuti perkembangan pasar yang terus berubah,” jelasnya.

Untuk mengatasi berbagai tantangan tersebut, pemerintah daerah terus berupaya menciptakan iklim usaha yang kondusif melalui berbagai kebijakan yang berpihak kepada UMKM, termasuk program subsidi bunga dan pelatihan keterampilan seperti yang dilaksanakan saat ini.

Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Kota Bukittinggi berharap lahir pelaku usaha kuliner yang lebih profesional, mandiri dan memiliki daya saing tinggi, tidak hanya di tingkat lokal dan nasional, tetapi juga mampu menembus pasar internasional.

“Jangan sampai kita hanya menjadi penonton di negeri sendiri. Kita bertekad menjadikan produk UMKM Bukittinggi mampu menembus pasar internasional dan menjadi primadona di negeri sendiri,” tegas Fauzan.

Pelatihan ini diharapkan dapat menambah wawasan, keterampilan, dan semangat para pelaku UMKM untuk terus berkembang sehingga mampu memberikan kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat Kota Bukittinggi.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....