Mengatur Keuangan setelah PHK Memang Tidak Mudah

  • 06 Okt 2026 11:59 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID, Bukittinggi - Kehilangan pekerjaan akibat pemutusan hubungan kerja (PHK) dapat membuat kondisi keuangan keluarga berubah secara drastis. Penghasilan yang sebelumnya rutin diterima harus digantikan dengan sumber dana yang mungkin belum pasti.

Mengatur keuangan setelah PHK memang bukan perkara mudah, terutama ketika tabungan masih terbatas. Berbagai kebutuhan pokok seperti makanan, tempat tinggal, listrik, pendidikan, dan transportasi tetap harus dipenuhi.

Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah menghitung seluruh dana yang masih tersedia. Catat tabungan, pesangon jika ada, pendapatan pasangan, serta sumber pemasukan lain yang dapat digunakan untuk bertahan sementara.

Selanjutnya, pisahkan kebutuhan berdasarkan tingkat kepentingannya. Pengeluaran untuk kebutuhan pokok sebaiknya ditempatkan sebagai prioritas, sementara pembelian barang yang tidak mendesak dapat ditunda.

Korban PHK juga perlu mengevaluasi kembali berbagai cicilan dan utang yang masih berjalan. Jika pembayaran mulai terasa berat, komunikasi dengan pihak pemberi pinjaman dapat menjadi pilihan untuk mencari solusi yang sesuai.

Penghematan tidak berarti harus menghilangkan seluruh kebutuhan keluarga. Fokus utamanya adalah mengurangi pengeluaran yang dapat ditunda, seperti hiburan mahal, belanja impulsif, atau layanan berlangganan yang jarang digunakan.

Selain mengurangi pengeluaran, mencari sumber pendapatan baru juga penting dilakukan. Pekerjaan sementara, usaha kecil, pekerjaan lepas, atau memanfaatkan keterampilan tertentu dapat membantu menjaga arus kas selama mencari pekerjaan tetap.

Kondisi keuangan setelah PHK juga dapat menimbulkan tekanan emosional yang memengaruhi pengambilan keputusan. Karena itu, penting untuk menghindari keputusan finansial yang terburu-buru dan membicarakan kondisi ekonomi bersama anggota keluarga.

Jika mendapatkan pesangon atau uang dari sumber lain, sebaiknya dana tersebut tidak langsung digunakan untuk kebutuhan konsumtif. Buatlah perencanaan agar sebagian dana dapat menjadi cadangan untuk memenuhi kebutuhan hidup selama masa pencarian pekerjaan.

Pada akhirnya, mengatur keuangan setelah PHK memang membutuhkan kedisiplinan dan penyesuaian gaya hidup. Dengan mengetahui kondisi keuangan secara menyeluruh, menentukan prioritas, mengendalikan pengeluaran, dan mencari pemasukan baru, masa sulit tersebut dapat dihadapi dengan perencanaan yang lebih terarah. (MU)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....