Pemberdayaan Ekonomi Umat: Ekonomi Meningkat, Masyarakat Taat

  • 25 Agt 2026 14:41 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID,Bukittinggi -- Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bukittinggi, H. Irwan didampingi Penyelenggara Zakat Wakaf, Husnul Bashir dan Kepala Seksi Bimas Islam, H. Zulfikar mengahdiri sekaligus menyampaikan sambutan pada kegiatan pendistribusian zakat dan infak bencana gempa NTT. Bertempat di Aula Balaikota Bukittinggi Senin, 24 Agustus 2026. Turut hadir dan menyaksikan Kepala KUA se-Kota Bukittinggi dan Penyuluh Agama selaku pendamping program pemberdayaan ekonomi umat.

Kegiatan ini diselenggarakan atas kerjasama Pemerintah Kota Bukittinggi bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan Kementerian Agama (Kemenag). Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Sekretaris Daerah Kota Bukittinggi, Kakan Kemenag, Ketua Baznas dan Kabag Kesra kepada 59 orang Mustahik.

Sekretaris Daerah Kota Bukittinggi, Rismal Hadi, menyampaikan, penyaluran zakat melalui Baznas merupakan bentuk transparansi dan pertanggungjawaban kepada para muzakki dan masyarakat. Ia mengapresiasi penyaluran zakat yang mencakup bantuan modal usaha, rumah tidak layak huni, pendidikan, serta infak bagi masyarakat terdampak bencana.

"Bantuan yang diberikan agar betul-betul dimanfaatkan dan dikelola dengan baik, sehingga dapat memberikan manfaat dan meningkatkan kesejahteraan penerima. Ke depan, diharapkan para penerima bantuan dapat mandiri dan turut membantu masyarakat lainnya. Dan juga kepada para korban di NTT semoga diberikan ketabahan dan infak yang disalurkan dapat meringankan beban bagi mereka," ujarnya.

Sementara itu, Kakan Kemenag Kota Bukittinggi, Irwan, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Bukittinggi dan BAZNAS atas komitmen dalam membantu masyarakat melalui penyaluran zakat. Bantuan usaha tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya sebagai stimulus untuk mengembangkan usaha dan meningkatkan perekonomian penerima.

"Kami mengapresiasi dan mengucapkan terimakasih kepada pemerintah Kota Bukittinggi serta Baznas Kota Bukittinggi. Program Bukittinggi Makmur ini tentunya menjadi ikhtiar bersama dalam membantu masyarakat sehingga mereka tetap bisa mengembangkan usaha dan membangun perekonomian sehingga menjadi lebih baik," ungkap H. Irwan

"Kementerian Agama bersama penyuluh akan terus mengawal program pemberdayaan ekonomi umat, bukan hanya mengawal bantuan yang telah diberikan sehingga ekonomi masyarakat meningkat, tetapi juga mengawal agama serta ibadah mereka. In Syaa Allah masyarakat penerima manfaat, mampu meningkatkan perekonomian dan meningkatkan kualitas ibadah dan ketaatan," tegasnya

Ketua Baznas Kota Bukittinggi, Yandri Gusdianto Dt. Alang Batuah, menjelaskan, Baznas menyalurkan zakat melalui sejumlah program, bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) melalui program Bukittinggi Peduli untuk tiga mustahik bekolaborasi dengan Baznas Sumatra Barat sebesar Rp75 juta. Program Bukittinggi Cerdas untuk delapan penerima beasiswa kaderisasi ulama ke Timur Tengah sebesar Rp 64 juta, serta Program Bukittinggi Makmur bagi 48 mustahik binaan Kemenag sebesar Rp. 111,97 juta. Selain itu, Baznas berhasil mengumpulkan infak sebesar Rp10 juta bagi masyarakat terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur.

"Program pemberdayaan ekonomi umat berkolaborasi dengan Kementerian Agama Kota Bukittinggi yang dikelompokkan ke dalam program Z Skill dan Z Food and Drink, atau zakat untuk usaha keterampilan serta zakat untuk usaha kuliner. Semuanya kami salurkan berupa alat bantu usaha," terangnya (Andreas)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....