jelang Ramadhan harga cabe Naik Turun
- 18 Feb 2026 15:13 WIB
- Bukittinggi
Berikut adalah naskah berita yang telah disesuaikan dengan seluruh ketentuan teknis, struktur alinea, dan gaya penulisan yang Anda minta:
Harga Cabai Merah di Bukittinggi Kembali Naik
RRI.CO.ID, Bukittinggi – Harga cabai merah keriting di Kota Bukittinggi mulai merangkak naik menjelang masuknya bulan suci Ramadan. Berdasarkan pantauan di Pasar Aur Kuning, harga komoditas ini kini berkisar antara Rp50.000 hingga Rp55.000 per kilogram.
Kenaikan ini terpantau pada hari Rabu, 18 Februari 2026 setelah sebelumnya sempat menyentuh harga Rp40.000 per kilogram. Fluktuasi harga ini dipengaruhi oleh kondisi cuaca buruk dan tingginya curah hujan dalam sepekan terakhir.
“Faktor cuaca dan gagal panen petani berkontribusi pada kenaikan harga cabai saat ini,” ujar seorang pedagang, Desi atau Uni Eci. Kondisi tersebut menyebabkan modal yang dikeluarkan pedagang kepada penyalur turut mengalami peningkatan.
Kenaikan harga ini mulai mempengaruhi pola konsumsi masyarakat yang berbelanja di pasar tradisional tersebut. Banyak pembeli yang biasanya membeli satu kilogram cabai kini hanya sanggup membeli setengah kilogram saja.
“Kondisi ini mempengaruhi penjualan karena pembeli kini mengurangi jumlah belanjaan mereka,” lanjut Uni Eci. Para pedagang merasa kesulitan karena daya beli masyarakat cenderung menurun akibat harga yang tidak stabil.
| Baca juga: harga daging sapi jelang ramadhan |
Keluhan serupa juga dirasakan oleh para pengusaha rumah makan yang sangat bergantung pada ketersediaan cabai merah. Mereka harus memutar otak agar kualitas rasa masakan tetap terjaga tanpa harus mengurangi takaran cabai.
“Harga nasi bungkus belum disesuaikan demi menjaga pelanggan tetap setia,” ujar Lis, seorang pengelola usaha nasi. Menurutnya, keuntungan usaha menjadi menipis karena kebutuhan cabai harian mencapai tiga kilogram.
Situasi ini menjadi tantangan besar bagi para pelaku usaha kuliner yang membutuhkan jumlah cabai dalam porsi besar. Apalagi beberapa kebutuhan pokok lainnya juga terpantau masih bertahan di harga yang cukup tinggi.
Harga komoditas lain seperti telur ayam dan beras hingga saat ini dilaporkan belum menunjukkan tanda-tanda penurunan. Hal ini menambah beban pengeluaran bagi rumah tangga maupun pelaku usaha kecil di Bukittinggi.
Pedagang berharap pasokan dari petani dapat kembali normal agar harga di pasar bisa lebih terjangkau oleh masyarakat. Kelancaran distribusi sangat diharapkan untuk menjaga stabilitas harga pangan selama bulan suci Ramadan.
Pemerintah daerah melalui dinas terkait diharapkan terus melakukan pengawasan terhadap ketersediaan barang di gudang-gudang penyuplai. Langkah ini penting dilakukan guna mencegah terjadinya spekulasi harga yang merugikan konsumen luas.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....