harga daging sapi jelang ramadhan
- 18 Feb 2026 15:57 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID, Bukittinggi – Harga daging sapi di Pasar Aur Kuning terpantau masih stabil sehari menjelang masuknya bulan suci Ramadan. Kondisi harga ini dilaporkan terjadi pada hari Rabu, 18 Februari 2026.
Saat ini harga daging sapi berada di kisaran Rp140.000 hingga Rp150.000 untuk setiap kilogramnya. Salah seorang penjual daging, Andi, menyebutkan kenaikan hanya terjadi sekitar Rp10.000 dari harga sebelumnya.
“Daging sapi saat ini mengalami kenaikan sedikit yang sebelumnya di harga Rp130.000 sampai Rp140.000,” ujar Andi. Menurutnya, kenaikan harga merupakan hal yang lumrah terjadi pada momen hari besar keagamaan.
Andi memastikan kenaikan harga yang dijual para pedagang paling tinggi hanya mencapai 10 persen saja. Peningkatan harga yang signifikan biasanya baru terjadi saat mendekati momen Hari Raya Idul Fitri.
“Kenaikan harga pada lebaran karena meningkatnya konsumsi masyarakat di level rumah tangga maupun UMKM,” lanjut Andi. Permintaan daging sapi menjelang Ramadan ini memang tidak sebanyak saat menjelang lebaran.
Meskipun terdapat kenaikan harga, masyarakat di Kota Bukittinggi tetap antusias membeli daging sapi di pasar. Hal ini terlihat dari ramainya pengunjung yang mendatangi lapak pedagang di Pasar Aur Kuning.
“Memang sudah setiap tahunnya kalau mau puasa pertama dibuat rendang,” ujar seorang ibu rumah tangga yang sedang berbelanja. Tradisi memasak rendang untuk menyambut puasa sudah menjadi kebiasaan turun-temurun masyarakat setempat.
Ia mengakui bahwa harga pada hari biasa hanya sebesar Rp130.000 untuk setiap kilogram daging sapi. Namun, dirinya tidak merasa keberatan karena menganggap konsumsi daging sapi ini sebagai kebutuhan setahun sekali.
“Ini merupakan kebutuhan juga dan hanya setahun sekali, tidak setiap hari makan daging sapi,” ujarnya dengan tersenyum tipis. Ia tetap membeli daging meski harus mengeluarkan biaya tambahan dari anggaran biasanya.
Sementara itu, penjual daging lainnya bernama Bang Adi membenarkan adanya pengaruh permintaan terhadap harga jual. Semakin banyak warga yang membeli, maka harga di tingkat distributor juga cenderung mengalami penyesuaian.
Pemerintah daerah diharapkan terus memantau ketersediaan stok daging agar harga tidak melambung terlalu tinggi. Kelancaran pasokan menjadi kunci utama dalam menjaga daya beli masyarakat selama bulan suci Ramadan.