Harga Kostum Olahraga Naik
- 09 Agt 2025 16:35 WIB
- Bukittinggi
KBRN, Bukittinggi: Kenaikan harga kostum olahraga mulai terasa di berbagai daerah, termasuk di Sumatra Barat. Dari seragam sepak bola, jersey futsal, kostum bulu tangkis, hingga pakaian lari, hampir semua mengalami lonjakan harga antara 10 hingga 20 persen.
Lonjakan ini membuat pelaku usaha, tim komunitas, dan sekolah olahraga mulai menghitung ulang anggaran mereka.
Menurut pantauan di beberapa toko perlengkapan olahraga di kawasan Pondok, Padang, jersey bola yang sebelumnya dijual Rp120 ribu kini rata-rata dibanderol Rp150 ribu.
Sementara itu, kostum bulu tangkis yang semula Rp200 ribu kini menyentuh harga Rp230 ribu–Rp250 ribu. Kenaikan serupa juga terjadi pada kostum basket, voli, hingga pakaian olahraga sekolah.
| Baca juga: jelang Ramadhan harga cabe Naik Turun |
Sandi, pemilik toko olahraga di Padang, mengungkapkan bahwa kenaikan harga ini tidak bisa dihindari karena bahan baku sebagian besar masih diimpor. “Kain dry fit, polyester, bahkan tinta sablon banyak yang berasal dari luar negeri. Begitu harga dolar naik, ongkos produksi juga ikut terdorong,” jelasnya.
Tidak hanya bahan baku, biaya ongkos kirim juga berperan besar. Sejak awal tahun, tarif pengiriman bahan dari Jakarta ke daerah meningkat karena kenaikan harga bahan bakar. Bagi penjahit dan vendor kostum lokal, ini menjadi tantangan untuk tetap bersaing sambil menjaga kualitas produk.
Dampak pada Konsumen dan Komunitas Olahraga
Bagi atlet profesional, kenaikan harga mungkin masih bisa diatasi dengan dukungan sponsor. Namun, bagi pemain amatir dan komunitas olahraga sekolah, situasinya berbeda.
“Biasanya kami ganti kostum setiap musim turnamen. Tahun ini kemungkinan kami pakai desain lama, hanya ganti nomor pemain,” kata Andi, kapten tim futsal kampus di Padang.
Beberapa komunitas juga mulai mencari alternatif, seperti memesan kostum dari vendor luar kota atau memanfaatkan jasa sablon digital dengan kualitas menengah. Cara ini dianggap lebih hemat meski hasilnya tidak selalu setara dengan produksi pabrik besar.
Peluang bagi Usaha Lokal
Di sisi lain, kondisi ini membuka peluang bagi penjahit dan produsen kostum lokal untuk menawarkan harga yang lebih kompetitif. Dengan bahan baku lokal, mereka bisa menekan harga dan memberikan fleksibilitas desain sesuai permintaan konsumen.
“Kami memang tidak bisa memproduksi dalam jumlah besar, tapi bisa menyesuaikan anggaran pelanggan,” ujar Fitri, penjahit kostum olahraga di Kuranji.
Tips Menghemat Biaya Kostum Olahraga:
Beli dalam Jumlah Besar – Memesan kostum untuk satu tim sekaligus biasanya mendapat potongan harga.
Gunakan Desain Lama – Mengganti detail kecil seperti nama atau nomor bisa lebih hemat daripada membuat baru.
Bandingkan Vendor – Cek harga dan kualitas dari beberapa pemasok sebelum memesan.
Pilih Bahan yang Sesuai – Tidak semua bahan harus premium, sesuaikan dengan kebutuhan dan intensitas pemakaian.
Manfaatkan Promo Online – Marketplace sering mengadakan diskon musiman atau gratis ongkir.
Meski harga kostum olahraga naik, minat masyarakat untuk tampil kompak di lapangan tetap tinggi. Hal ini membuktikan bahwa identitas tim dan kebanggaan saat bertanding masih menjadi prioritas, meski harus mencari cara kreatif untuk menghemat biaya. (SD/YPA)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....