Mengapa Uang Kecil Lebih Cepat Habis

  • 06 Feb 2026 14:23 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID, Bukittinggi - Pernah merasa uang kecil di dompet lebih cepat habis daripada jumlah yang besar? Ini bukan kebetulan. Ilmu perilaku konsumen menjelaskan bahwa uang dalam bentuk kecil lebih mudah dibelanjakan karena kita memprosesnya secara berbeda secara mental dibanding uang dalam jumlah besar.

Fenomena ini terkait dengan apa yang disebut denomination effect, yaitu kecenderungan orang lebih mudah menghabiskan uang yang terbagi dalam pecahan kecil daripada pecahan besar meskipun nilainya sama. Uang kecil terasa “lebih ringan” dan kurang memicu kontrol diri saat dibayarkan. 

Selain itu, kita sering punya mental accounting—kecenderungan untuk membagi uang ke beberapa kategori dalam pikiran kita. Misalnya, uang untuk jajan, uang hiburan, atau uang darurat diperlakukan berbeda meski semua adalah uang yang sama nilainya. Ini membuat kita lebih mudah menghabiskan dari kategori “uang kecil” seperti jajan atau kopi. 

Ada juga faktor psikologis seperti efek lipstick ketika orang cenderung membelanjakan uang untuk hal-hal kecil yang memberikan kepuasan cepat saat merasa tertekan atau cemas tentang ekonomi. Misalnya, membeli kopi atau camilan bisa terasa seperti “hadiah kecil” meski tidak diperlukan. 

Perubahan bentuk uang juga berperan. Uang digital dan pembayaran tanpa tunai membuat pengeluaran terasa kurang nyata, sehingga kita cenderung lebih boros pada pembelian kecil. Ini menunjukkan bahwa cara kita membayar bisa mengubah cara kita berpikir tentang apa artinya “menghabiskan uang kecil”. (STP)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....