Syofyani Yusaf, Maestro Tari Minangkabau Mendunia

  • 06 Okt 2026 11:56 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID, Padang - Nama Hj. Syofyani Yusaf menjadi bagian penting dalam perjalanan seni dan kebudayaan Minangkabau. Maestro tari asal Sumatera Barat ini dikenal luas karena kiprahnya dalam melestarikan, mengembangkan, sekaligus memperkenalkan seni pertunjukan Minangkabau ke tingkat nasional dan internasional.

Dedikasinya terhadap dunia seni telah berlangsung selama puluhan tahun. Melalui karya tari dan aktivitas pendidikan, Syofyani turut memperkuat keberadaan seni tradisional Minangkabau di tengah perkembangan zaman.

Mendirikan Sanggar Seni

Syofyani Yusaf mendirikan kelompok seni yang kemudian dikenal sebagai Sanggar Tari dan Musik Syofyani pada 15 Februari 1962. Sanggar tersebut berkembang menjadi salah satu wadah pelestarian seni tari dan musik tradisional Minangkabau.

Dalam perjalanan panjangnya, sanggar tersebut secara konsisten melatih generasi muda sekaligus memperkenalkan berbagai kesenian Minangkabau kepada masyarakat luas.

Sebagai koreografer, Syofyani dikenal melalui pengembangan Tari Pasambahan yang kemudian banyak digunakan dalam penyambutan tamu kehormatan. Ia juga menciptakan karya Tari Manggaro yang terinspirasi dari aktivitas masyarakat ketika bekerja di sawah.

Selain itu, Syofyani melakukan pengembangan terhadap sejumlah kesenian tradisional lainnya, seperti Tari Piring, Tari Indang, Tari Sewah, serta gerak-gerak pencak silat, sehingga dapat ditampilkan dalam bentuk pertunjukan yang lebih dinamis.

Membawa Seni Minang ke Dunia

Kiprah Syofyani tidak berhenti di tingkat nasional. Sejak 1962, ia telah memimpin berbagai misi kesenian Indonesia ke mancanegara.

Selama lebih dari lima dekade berkarya, Sanggar Syofyani tampil dalam berbagai kegiatan kebudayaan di sejumlah negara. Perjalanan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan seni tari dan musik Minangkabau kepada masyarakat internasional.

Seniman Sekaligus Akademisi

Di samping berkiprah sebagai seniman, Syofyani Yusaf juga dikenal sebagai akademisi. Ia pernah menjadi dosen Bahasa Inggris di Universitas Negeri Padang.

Syofyani turut berperan dalam pengembangan Fakultas Bahasa dan Seni serta pendirian Jurusan Bahasa Inggris dan Jurusan Seni Drama, Tari dan Musik atau Sendratasik di perguruan tinggi tersebut.

Perpaduan antara dunia seni dan pendidikan membuat kiprahnya tidak hanya menghasilkan karya, tetapi juga melahirkan generasi penerus yang memiliki perhatian terhadap seni dan kebudayaan.

Penghargaan atas Dedikasi

Dedikasi Syofyani terhadap kebudayaan Indonesia mendapat berbagai bentuk penghargaan. Salah satunya Anugerah Kebudayaan dari Presiden Joko Widodo pada 2017.

Dalam kehidupan pribadinya, Syofyani juga memiliki pasangan yang sama-sama berkecimpung dalam dunia seni. Ia menikah dengan Yusaf Rahman, maestro musik Minangkabau yang turut menyusun aransemen musik untuk mengiringi berbagai pertunjukan tari di Sanggar Syofyani.

Kolaborasi keduanya menjadi bagian dari perjalanan penting perkembangan seni pertunjukan tradisional Sumatera Barat.

Syofyani Yusaf wafat pada 4 Maret 2022 dalam usia 80 tahun. Meski telah berpulang, karya, sanggar, dan generasi seniman yang pernah dibinanya menjadi bagian dari warisan yang terus menghidupkan seni Minangkabau.

Jejak Syofyani menunjukkan bahwa pelestarian budaya tidak hanya dilakukan dengan mempertahankan bentuk kesenian, tetapi juga melalui kreativitas, pendidikan, dan keberanian membawa seni tradisional ke panggung dunia.(ER)

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....