Modern Boleh, Lupa Budaya Jangan
- 10 Sep 2026 11:50 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID,Bukittinggi - Hidup di zaman modern membuat anak muda semakin dekat dengan teknologi, tren, dan berbagai budaya dari seluruh dunia. Mengikuti perkembangan zaman tentu bukan sesuatu yang salah, tetapi jangan sampai kita terlalu sibuk menjadi modern hingga lupa dengan akar budaya sendiri.
Budaya bukan sekadar pakaian adat yang dikenakan saat acara tertentu atau tarian yang ditampilkan di atas panggung. Di balik budaya terdapat bahasa, nilai kehidupan, sopan santun, tradisi, serta cara masyarakat menjaga hubungan dengan keluarga dan lingkungan.
Saat ini, budaya asing begitu mudah masuk melalui musik, film, gaya berpakaian, makanan, hingga media sosial. Kita boleh menikmati semuanya, tetapi tetap perlu memiliki kemampuan untuk memilih mana yang sesuai tanpa harus meninggalkan identitas sebagai generasi penerus budaya lokal.
Justru di era digital, anak muda memiliki peluang besar untuk membuat budaya lokal semakin dikenal. Tradisi, kuliner, bahasa daerah, kesenian, dan cerita masyarakat bisa dikemas menjadi konten kreatif yang menarik tanpa menghilangkan nilai aslinya.
Melestarikan budaya juga tidak harus dimulai dengan sesuatu yang besar dan rumit. Menggunakan bahasa daerah dalam percakapan, mengenal sejarah daerah, mempelajari kesenian tradisional, serta menghargai adat di lingkungan sekitar merupakan langkah sederhana yang sangat berarti.
Menjadi modern seharusnya membuat kita semakin terbuka terhadap dunia, bukan membuat kita malu dengan identitas sendiri. Kemajuan teknologi justru dapat menjadi jembatan untuk memperkenalkan kekayaan budaya kepada generasi berikutnya dan masyarakat yang lebih luas.
Modern dan mencintai budaya bukanlah dua pilihan yang harus dipertentangkan. Kita boleh mengikuti zaman, memakai teknologi, dan menikmati budaya global, tetapi jangan pernah lupa bahwa budaya sendiri adalah bagian dari siapa kita. (SG)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....