Mengenal Tari Guro-guro Aron Suku Karo
- 07 Sep 2026 10:59 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID, Bukittinggi - Dalam suku Karo dikenal sebuah tarian yang bernama Guro guro Aron yang disingkat dengan GGA. Uniknya tarian ini hanya dilakukan oleh muda mudi suku Karo.
Guro guro Aron berasal dari dua kata yaitu, ''Guro guro'' dan ''Aron''. Guro guro bermakna senda gurau atau bermain, sedangkan Aron berarti muda mudi (tidak terbatas usianya) dalam satu kelompok kerja.
Jika digabungkan makna Guro guro Aron berarti pertunjukan seni budaya Karo yang dilakukan oleh muda mudi suku Karo yang berada di dalam kelompok kerja yang mengerjakan ladang dengan menampilkan gendang Karo dan perkolong kolong (penyanyi) yang diiringi tarian para muda mudi. Terdapat tari yang mengiringi pelaksanaan Guro guro Aron, yaitu Tari Lima serangkai.
Tari lima serangkai adalah tari tradisional etnis karo yang memiliki ciri khas. Dalam tari ini tidak terlepas dari unsur pembentukan tari yang terdiri dari gerak endek (gerak naik turun) gerak jole (gerak goyang badan ) dan gerak lampir tan (gerak kelentik jari).
Tari adat Guro guro Aron dimaknai sebagai ucapan puji syukur kepada pencipta atas anugrah yang diberikan terlebih di saat musim panen.
Tari Guro guro biasanya dilakukan dibawah cahaya bulan purnama yang terang, tari ini dilakukan secara berpasang pasangan. Makna lain yang terkandung dalam tari Guro guro Aron adalah sebagai hiburan bagi etika maupun budaya dan sebagai arenacari jodoh untuk para pemuda pemudi yang belum menikah.
Selain pelaksanaan tariannya yang unik ternyata unsur kekerabatan suku Karo juga dimasukan dalam pelaksanaan Guro guro Aron.
Tujuan pelaksanaan Guro guro Aron adalah ada yang ditampilkan atau dipertontonkan, muda mudi bertatarias dan memakai kain adat Karo, anak anak muda dapat menari diiringi musik Karo, agar anak mudah bisa mendapatkan jodoh, agar anak muda rajin bekerja ke ladang, dan masih banyak lagi tujuan dari tarian tersebut. (ELB/YPA)
Sumbe berita : detik.com
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....