Tradisi Pacu Itiak di Payakumbuh Terus Dijaga Anak Nagari

  • 02 Sep 2026 09:50 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID, Payakumbuh - Payakumbuh Sumamatera Barat, Memiliki tradisi unik yang tidak banyak di temukan di daerah lain, yakni Pacu Itiak atau pacu terbang itik. Tradisi ini menjadi salah satu permainan anak nagari yang diwariskan secara turun kemurun dan hingga kini masih tersu dilestarikan masayarakat.

Pacu Itiak merupakan perlombaan yang mengandalkan kemampuan itik untuk terbang lurus menuju garis yang telah ditentukan. Itik yang mengikuti perlombaan tidak dipilih secara sembarangan, melainkan melalui proses seleksi dan latihan khusus agar memiliki kemampuan terbang yang baik.

Tradisi ini berkembang di kawasan Aur Kuning, Payakumbuh, dan memiliki sejarah panjang. Pemerintah Kota Payakumbuh mencatat awal tradisi tersebut bermula sekitar tahun 1926,ketika seorang petani bernamka Burhan menemukan itik peliharaannya memiliki kemampuan terbang.

Dari rasa penasaran tersebut kemudian muncul kebiasaan melatih dan menerbangkan itik hingga akhirnya berkembang menjadi perlombaan.

Dalam perkembangannya, Pacu itik bukan sekedar hiburan masyarakat. Tradisi ini mengandung berbagai nilai budaya, seperti kejujuran,kerja sama, kekeluargaan, sportivitas persaingan yang sehat serta kepatuhan terhadap aturan.

Itiak di persiapkan untuk perlombaan juga mendapatkan perawatan khusus. Itik pilihan biasanya dilatih selama beberapa bulan agar terbiasa terbang dan memiliki kondisi fisik yang baik. Proses tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas itik pacuan sekaligus menjadi keahlian tersendiri bagi para pemiliknya.

Pacu itiak akhirnya bukan hanya tentang itik yang terbang di udara. Dibaliknya terdapat sejarah, keterampilan, kebersamaan dan semangat anak nagari dalam mempertahankan warisan budaya Minangkabau. (RS/YPA)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....