Tradisi Kelahiran Anak dari Berbagai Negara

  • 10 Agt 2026 08:26 WIB
  •  Bukittinggi

RRI. CO.ID, Bukittinggi - Setiap negara memiliki budaya khas dalam menyambut kelahiran anak yang diwariskan secara turun-temurun. Tradisi tersebut biasanya menjadi bentuk rasa syukur sekaligus harapan baik bagi kehidupan bayi dan keluarganya.

Di Indonesia, kelahiran bayi sering disambut dengan berbagai tradisi seperti selamatan, aqiqah bagi keluarga Muslim, hingga upacara adat di sejumlah daerah. Prosesi tersebut biasanya melibatkan keluarga besar dan masyarakat sebagai bentuk doa serta ungkapan kebahagiaan.

Di Jepang, keluarga mengenal tradisi Miyamairi, yaitu membawa bayi ke kuil Shinto sekitar satu bulan setelah kelahiran. Dalam tradisi ini, orang tua mendoakan kesehatan, keselamatan, dan pertumbuhan anak kepada para dewa.

Di India, beberapa keluarga menjalankan tradisi Namkaran, yaitu upacara pemberian nama kepada bayi yang biasanya dilakukan beberapa hari atau minggu setelah kelahiran. Acara tersebut dapat diisi dengan doa, ritual keluarga, serta berkumpulnya kerabat untuk menyambut anggota keluarga baru.

Di Tiongkok, bayi yang berusia satu bulan biasanya dirayakan melalui tradisi Red Egg and Ginger Party. Telur merah melambangkan kebahagiaan dan keberuntungan, sedangkan jahe dipercaya memiliki makna simbolis berkaitan dengan kesehatan serta kehidupan baru.

Di Korea Selatan, terdapat tradisi Baek-il, yaitu perayaan ketika bayi telah mencapai usia 100 hari. Perayaan ini dahulu berkaitan dengan rasa syukur karena bayi berhasil melewati masa awal kehidupan yang dianggap rentan, sekaligus menjadi harapan agar anak tumbuh sehat.

Di Nigeria, sejumlah kelompok etnis memiliki tradisi pemberian nama yang dilakukan beberapa hari setelah bayi lahir. Upacara tersebut sering menjadi kesempatan bagi keluarga besar untuk berkumpul, memberikan doa, serta memperkenalkan bayi kepada komunitas.

Di Meksiko dan beberapa negara Amerika Latin, keluarga yang beragama Katolik dapat mengadakan baptisan bayisebagai bagian dari penyambutan anak dalam kehidupan keagamaan. Acara ini biasanya dihadiri keluarga dan kerabat dekat yang kemudian ikut memberikan doa serta dukungan kepada orang tua.

Di Ghana, masyarakat dari berbagai kelompok etnis memiliki tradisi kelahiran yang berbeda, termasuk upacara pemberian nama dan pengenalan bayi kepada keluarga besar. Nama yang diberikan sering memiliki makna khusus dan dapat berkaitan dengan keadaan kelahiran, harapan orang tua, atau nilai-nilai keluarga.

Di Finlandia, terdapat tradisi modern berupa baby box yang diberikan kepada calon orang tua oleh pemerintah. Kotak tersebut berisi berbagai perlengkapan bayi dan bahkan dapat digunakan sebagai tempat tidur, mencerminkan kepedulian sosial terhadap kesehatan serta kesejahteraan ibu dan anak.

Beragam tradisi tersebut menunjukkan bahwa kelahiran seorang anak tidak hanya menjadi peristiwa pribadi bagi orang tua, tetapi juga bagian penting dari kehidupan budaya masyarakat. Meskipun bentuknya berbeda-beda, hampir semua tradisi memiliki pesan serupa, yaitu menyambut kehidupan baru dengan rasa syukur, doa, kasih sayang, dan harapan baik. (MU/YPA)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....