Tradisi Makan Bajamba, Warisan Minangkabau yang Sarat Nilai Kebersamaan dan Etika

  • 06 Agt 2026 09:55 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID,Bukittinggi; Makan bajamba adalah salah satu tradisi unik yang berasal dari dari daerah Sumatra Barat, khususnya masyarakat Minangkabau . Tradisi ini telah diwariskan turun temurun selama ratusan tahun dan menjadi bagian penting dari budaya dan kehidupan sosial masyarakat. Bajamba adalah cara makan khas masyarakat Minangkabau di ranah Minang. Acara makan bajamba ini diadakan pada saat momen momen penting, seperti, acara pernikahan, Batagak Penghulu dan acara adat lainnya.

Tujuan dari makan bajamba ini adalah untuk memupuk tali silahturahmi dan memunculkan rasa kebersamaan tanpa memandang status sosial. Dalam makan bajamba , semua peserta duduk bersama di lantai dalam posisi melingkar. Selain itu makan bajamba merupakan makan bersama dengan duduk melingkar yang terdiri dari beberapa kelompok yang beranggota empat sampai enam orang atau lebih.

Dalam tradisi makan bajamba ada aturan yang ditentukan yaitu, posisi duduk, cara mengambil dan menyuap makanan dengan tangan kanan, pada saat makan orang yang lebih tua lebih diutamakan, mengambil makanan yang ada di hadapan saja, adab mencuci tangan setelah makan. Setelah selesai dengan makanan utama, peserta makan bajamba juga melanjutkan dengan hidangan pencuci mulut khas Sumatra Barat.

Makan bajamba bukan hanya sekedar acara makan bersama, tetapi juga menjadi momen yang melatih diri untuk berbagi dalam kebersamaan, menghormati, dan mendahulukan orang orang yang lebih tua. Tradisi ini menjadi simbol penting dari kekayaan budaya Minangkabau dan menjadi daya tarik wisata di daerah Sumatra Barat.

Tradisi makan bajamba mengandung nilai kebersamaan, kesetaraan status sosial, etika atau sopan santun, silahturahmi, gotong royong serta disiplin diri dan mawas diri. Kebersamaan dan keakraban mempererat ikatan antar warga atau keluarga karena semua orang makan dari satu wadah atau jamba yang sama. Tradisi makan bajamba ini juga mencerminkan filosofi duduak samo randah, tagak samo tinggi diamana kaya dan miskin duduk sejajar tanpa membedakan status.

ELB

Sumber berita; kompasiana.com

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....