Menjawab Tantangan Generasi Muda di Ruang Digital

  • 27 Jul 2026 22:12 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID, Bukittinggi - Arus keterbukaan informasi digital saat ini memicu maraknya anak muda yang lebih berkiblat pada tren media sosial dan figur luar. Hal tersebut memicu kekhawatiran karena nilai-nilai moral tradisional dan tatanan etika sosial berpotensi tergerus oleh budaya asing.

Saat berdialog dalam program Adaik Salingka Nagari di Programa 4 dan kanal Youtube RRI Bukittinggi Wakil Sekretaris LKAAM Kota Bukittinggi, Erick Dt. Rangkayo Satie, mengingatkan bahwa kehadiran dunia virtual menuntut figur pemimpin adat untuk bertindak lebih adaptif. Tanpa adanya transformasi dalam metode pendekatan, ruang komunikasi antara pemangku adat dan generasi Z akan mengalami pemutusan total.

"Mamak di era modern harus memanfaatkan teknologi digital untuk memantau perkembangan anak kemenakan, Penggunaan platform virtual seperti grup komunikasi keluarga menjadi sarana krusial untuk menjaga kedekatan emosional dan mengontrol silsilah kaum di perantauan." papar Erick Dt. Rangkayo Satie.

Sarana pendekatan ini juga menuntut perubahan pola komunikasi dari yang semula bersifat kaku dan menghakimi menjadi lebih persuasif. Evaluasi tindakan pun dilakukan secara presisi, di mana pelanggaran etika kemasyarakatan di tengah nagari menjadi ranah mutlak bagi otoritas seorang mamak untuk meluruskannya.

"Lewat metode merangkul ini generasi muda bakal menerima masukan karena merasa dihargai dan didengar," tambahnya meyakinkan.

Erick Dt. Rangkayo Satie mengimbau, masyarakat untuk memanfaatkan kemajuan teknologi sebagai jembatan pelestarian adat demi membentengi akhlak anak kemenakan di era digital.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....