Hajat Laut: Simbol Harmoni Masyarakat Kasepuhan Ciptagelar dan Semesta

  • 09 Jun 2026 11:56 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID, SUKABUMI – Di tengah pegunungan Halimun yang berkabut, masyarakat Kasepuhan Ciptagelar dikenal dengan keteguhan mereka memegang adat. Meski secara geografis berada di wilayah perbukitan, komunitas adat ini memiliki keterikatan batin yang mendalam dengan laut selatan. Keterikatan tersebut diwujudkan melalui ritual Hajat Laut, sebuah upacara sakral yang menjadi simbol penghormatan manusia terhadap keseimbangan semesta.

Ritual di Ujung Selatan Jawa

Upacara Hajat Laut bagi warga Kasepuhan Ciptagelar bukan sekadar seremoni rutin. Ritual ini merupakan bentuk syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berkah rezeki dan keselamatan yang diberikan kepada umat manusia, khususnya bagi para nelayan yang menggantungkan hidup pada kemurahan laut selatan.

Masyarakat adat percaya bahwa laut dan daratan adalah satu kesatuan yang tidak terpisahkan. Oleh karena itu, melalui Hajat Laut, mereka memohon perlindungan agar ekosistem pesisir tetap terjaga dan memberikan manfaat bagi kehidupan manusia tanpa merusak kelestarian alam itu sendiri.

Menyatukan Budaya dalam Geopark Ciletuh

Sebagai bagian integral dari kawasan Geopark Ciletuh-Palabuhanratu, upacara Hajat Laut yang dilakukan oleh warga Kasepuhan Ciptagelar menjadi atraksi budaya yang sangat sarat makna. Di kawasan yang telah diakui oleh UNESCO sebagai warisan geologi dunia ini, ritual tersebut menjadi bukti bahwa kearifan lokal adalah pilar utama dalam menjaga keberlangsungan kawasan.

Selama prosesi berlangsung, masyarakat mengenakan pakaian adat khas Ciptagelar, membawa sesajen berupa hasil bumi, serta melantunkan doa-doa yang dipimpin oleh tokoh adat. Prosesi ini biasanya dilakukan dengan khidmat di tepian pantai, di mana deburan ombak selatan yang megah menjadi latar bagi doa-doa yang dipanjatkan untuk kedamaian dunia.

Lebih dari Sekadar Tradisi

Bagi pengunjung yang berkesempatan menyaksikan Hajat Laut, ritual ini menawarkan pengalaman spiritual yang mendalam. Di luar kemegahan tebing dan keindahan pantai di Geopark Ciletuh, pengunjung diajak untuk melihat sisi lain dari masyarakat Sukabumi yang begitu menghargai setiap tetes air dan setiap jengkal tanah.

Ritual ini juga menjadi sarana edukasi bagi generasi muda mengenai pentingnya menjaga keseimbangan alam. Di tengah modernitas yang terus berkembang, masyarakat Kasepuhan Ciptagelar membuktikan bahwa kearifan masa lalu tetap relevan untuk menjawab tantangan lingkungan masa kini. Keberlangsungan upacara Hajat Laut adalah janji nyata warga adat untuk terus hidup berdampingan secara harmonis dengan alam, menjaga warisan leluhur agar tetap lestari di jantung Geopark Ciletuh.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....