Kacik, "Alat Peras Santan Tradisional Minangkabau"
- 05 Apr 2026 13:55 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID, Bukittinggi - Kacik merupakan alat pemeras santan tradisional yang dikenal luas dalam budaya masyarakat Minangkabau, Sumatera Barat. Alat ini digunakan untuk mempermudah proses pemerasan kelapa parut secara manual, sehingga menghasilkan santan yang lebih banyak dengan ampas yang lebih kering dibandingkan metode perasan tangan biasa.
Secara tradisional, kacik dibuat dari bahan kayu kuat atau batang pohon. Namun, seiring perkembangan zaman, alat ini mengalami modifikasi dengan penggunaan rangka besi seperti besi holo agar lebih kokoh dan tahan lama.
Kacik bekerja dengan mekanisme jepit atau tuas. Kelapa parut diletakkan di antara dua papan kayu atau wadah penekan, kemudian ditekan dengan kuat hingga santan keluar melalui saringan dan tertampung dalam wadah. Sistem ini dinilai lebih efisien dalam menghasilkan santan berkualitas.
Keunggulan kacik terletak pada kemampuannya menghemat tenaga dan waktu, terutama bagi pedagang pasar maupun pelaku usaha kuliner tradisional yang membutuhkan santan segar dalam jumlah besar setiap hari.
Saat ini, kacik juga hadir dalam berbagai bentuk modern. Beberapa di antaranya menggunakan sistem ulir yang diputar secara manual, sistem hidrolik sederhana dengan dongkrak botol untuk tekanan maksimal, serta model wadah tekan yang dilengkapi tuas besi sebagai penggerak.
Meski telah mengalami inovasi, keberadaan kacik tetap menjadi bagian penting dari kearifan lokal masyarakat Minangkabau dalam mengolah bahan pangan secara tradisional, sekaligus menunjukkan perpaduan antara budaya dan teknologi sederhana yang terus berkembang. (ER/YPA)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....