Single tapi Happy: Tren Baru Anak Muda yang Bikin Orang Tua Bingung
- 27 Mar 2026 05:31 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID, Bukittinggi - Fenomena hidup melajang semakin umum di kalangan anak muda. Banyak yang merasa tetap bahagia tanpa pasangan.
Pilihan ini sering menimbulkan pertanyaan dari orang tua. Mereka masih memandang pernikahan sebagai tujuan utama hidup.
Namun, generasi muda memiliki pandangan berbeda tentang kebahagiaan. Mereka lebih fokus pada pengembangan diri dan karier.
Menurut Pew Research Center, angka pernikahan usia muda menurun. “Banyak anak muda menunda pernikahan demi pendidikan dan karier.”
Faktor ekonomi juga memengaruhi keputusan untuk tetap single. Biaya hidup yang tinggi menjadi pertimbangan penting.
Selain itu, pengalaman hubungan yang tidak sehat membuat sebagian orang lebih berhati-hati. Mereka memilih menjaga kesehatan mental dibanding terburu-buru menikah.
American Psychological Association menyebut kebahagiaan tidak bergantung pada status hubungan. “Kesejahteraan dipengaruhi kualitas hidup, bukan sekadar status pernikahan.”
Media sosial turut memengaruhi cara pandang generasi muda. Banyak konten yang menampilkan gaya hidup mandiri dan bahagia.
Menurut laporan Global Web Index, tren self-love semakin meningkat. “Generasi muda lebih memprioritaskan kebahagiaan pribadi dan keseimbangan hidup.”
Meski demikian, stigma terhadap status single masih ada di masyarakat. Pertanyaan tentang pernikahan sering muncul dalam percakapan sehari-hari.
Perubahan pola pikir ini menunjukkan pergeseran nilai sosial. Anak muda kini berani menentukan jalan hidupnya sendiri. (APS)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....