Sejarah Sepeda Ontel di Indonesia

  • 29 Apr 2026 08:16 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID, Bukittinggi - Sepeda ontel merupakan salah satu alat transportasi klasik yang memiliki nilai sejarah tinggi di Indonesia. Sepeda ini dikenal dengan bentuk rangkanya yang besar, kokoh, serta desain khas bergaya Eropa. Nama “ontel” sendiri berasal dari bunyi khas yang terdengar dari kayuhan atau bagian mekanis sepeda saat digunakan, sehingga masyarakat Indonesia menyebutnya sebagai sepeda ontel.

Sepeda ontel mulai masuk ke Indonesia pada masa penjajahan Belanda sekitar awal abad ke-20. Pada saat itu, sepeda ini menjadi kendaraan yang banyak digunakan oleh pegawai pemerintahan, pedagang, hingga kalangan bangsawan karena dianggap praktis dan bergengsi.

Merek-merek terkenal seperti Fongers, Gazelle, dan Raleigh menjadi populer di Hindia Belanda. Karena harganya cukup mahal, tidak semua masyarakat dapat memilikinya.

Seiring waktu, sepeda ontel mulai digunakan lebih luas oleh masyarakat umum, terutama pada masa sebelum kendaraan bermotor berkembang pesat. Di berbagai daerah, sepeda ini menjadi alat transportasi utama untuk pergi ke pasar, sekolah, kantor, hingga mengangkut barang dagangan.

Ketangguhan dan daya tahannya membuat sepeda ontel dikenal sebagai kendaraan yang awet bahkan bisa digunakan hingga puluhan tahun.

Memasuki era modern, sepeda ontel memang tidak lagi menjadi kendaraan utama, tetapi keberadaannya tetap dihargai sebagai bagian dari warisan budaya dan sejarah transportasi Indonesia. Kini banyak komunitas pecinta sepeda ontel yang rutin mengadakan kegiatan bersepeda bersama, pameran, hingga pelestarian sepeda antik.

Bagi sebagian orang, sepeda ontel bukan sekadar alat transportasi, melainkan simbol nostalgia dan gaya hidup klasik yang penuh nilai sejarah.

Hingga saat ini, sepeda ontel tetap memiliki tempat tersendiri di hati masyarakat Indonesia sebagai ikon transportasi tempo dulu yang legendaris. (NHY/YPA)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....