TMMD ke-129 Tahun 2026 Fokus Lahan Ketahanan Pangan hingga Stunting di 50 Kota

  • 22 Jul 2026 01:35 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID, Limapuluhkota - Program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Tahun Anggaran 2026 yang digelar Kodim 0306/50 Kota di Jorong Buluh Kasok, Nagari Sarilamak, Kecamatan Harau, mencatat kemajuan signifikan. Sejumlah sasaran tambahan telah diselesaikan sepenuhnya, sementara pekerjaan fisik utama terus dipercepat.

Komandan Kodim 0306/50 Kota Letkol Inf Adi Nofriadi Nata mengatakan, dua program prioritas yang berkaitan langsung dengan kesejahteraan masyarakat telah mencapai target 100 persen. Keduanya meliputi pembukaan lahan ketahanan pangan dan penyaluran bantuan bagi anak berisiko stunting.

“Kami telah menyelesaikan pembukaan lahan ketahanan pangan seluas satu hektare serta menyalurkan paket makanan untuk penderita stunting. Kedua program ini menjadi bagian dari sasaran tambahan TMMD yang manfaatnya dapat langsung dirasakan masyarakat,” ujar Adi, Minggu 19 Juli 2026.

Selain itu, berbagai kegiatan sosial juga telah dituntaskan. Satgas TMMD menyelesaikan pembagian paket sembako, pelayanan kesehatan gratis, penanaman pohon, serta penyelenggaraan bazar murah bagi warga Nagari Sarilamak.

Di saat yang sama, pengerjaan sasaran fisik terus berlangsung dengan melibatkan unsur TNI, Polri, dan masyarakat. Sebanyak 46 personel gabungan terdiri atas 35 prajurit TNI, lima anggota Polri, dan enam warga bergotong royong mempercepat pembangunan.

Menurut Adi, penyiapan badan jalan sepanjang 2.700 meter dengan lebar tujuh meter kini telah mencapai 52 persen. Infrastruktur tersebut diharapkan membuka akses yang lebih baik bagi aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat.

Kemajuan juga terlihat pada pembangunan Tugu TMMD yang telah mencapai 38 persen. Sementara pemasangan batu sepanjang 100 meter berada pada angka 35,5 persen, sedangkan program TNI Manunggal Air Bersih telah menyentuh progres 32 persen.

Untuk pembangunan tujuh unit rumah tidak layak huni, pekerjaan telah mencapai 30 persen. Penurunan elevasi jalan sepanjang 400 meter berada pada angka 27 persen, sedangkan pemasangan gorong-gorong di lima titik telah mencapai 20 persen.

Adi menambahkan, pekerjaan pengerasan jalan menggunakan material sirtu sepanjang 2.550 meter belum dimulai. Tahapan tersebut dijadwalkan dilaksanakan setelah penyiapan badan jalan dan penurunan elevasi selesai seluruhnya.

Sementara itu, rangkaian kegiatan nonfisik berupa 15 materi penyuluhan lintas sektor masih dalam tahap persiapan. Edukasi tersebut mencakup wawasan kebangsaan, bela negara, keamanan dan ketertiban masyarakat, serta penyuluhan dari BKKBN, BNN, BNPB, dan Dinas Kesehatan.

“Sampai saat ini seluruh kegiatan TMMD berlangsung aman, tertib, dan terkendali. Sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi modal utama untuk mempercepat pembangunan sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga,” kata Adi.

Kepala Jorong Buluh Kasok, Edison, menilai penyelesaian sasaran tambahan TMMD memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Menurut dia, program ketahanan pangan, bantuan gizi, layanan kesehatan, dan kegiatan sosial lainnya turut membantu memenuhi kebutuhan warga selama proses pembangunan infrastruktur berlangsung.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....