Satgas TMMD Ke-129 Tahun Kodim 0306/50 Kota Tekankan Pengembangan Potensi Wisata

  • 29 Jul 2026 01:31 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID, Limapuluhkota - Satuan Tugas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Kodim 0306/50 Kota mendorong masyarakat mengembangkan potensi wisata lokal untuk membuka peluang ekonomi baru bagi warga.

Dorongan tersebut disampaikan melalui penyuluhan kepariwisataan yang digelar Satgas TMMD bersama Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Limapuluh Kota di Aula MTs Rantau Panjang, Jorong Air Putih, Nagari Sarilamak, Kecamatan Harau, Senin 27 Juni 2026.

Penyuluhan menghadirkan Kepala Bidang Pariwisata Disparpora Kabupaten Limapuluh Kota, Susi, sebagai narasumber. Kegiatan itu diikuti perangkat nagari, wali jorong, unsur kepemudaan, serta sekitar 30 warga dan pemuda setempat.

Dalam kegiatan tersebut, masyarakat diperkenalkan pada peluang sektor pariwisata sebagai salah satu penggerak perekonomian daerah. Peserta juga memperoleh materi mengenai pengelolaan potensi wisata, kesadaran wisata, serta penerapan Sapta Pesona.

Susi menjelaskan, pengembangan destinasi tidak hanya bergantung pada daya tarik alam atau budaya. Keterlibatan masyarakat dalam menjaga kebersihan, keamanan, kenyamanan, keramahan, dan pelayanan juga menjadi bagian penting dalam membangun kawasan wisata.

Melalui pelatihan sadar wisata, warga diharapkan memiliki pengetahuan praktis untuk mengembangkan potensi yang ada di lingkungan masing-masing. Pengalaman dari daerah lain yang berhasil mengelola pariwisata juga dapat menjadi bahan pembelajaran bagi masyarakat setempat.

Komandan Satgas TMMD/N ke-129 Kodim 0306/50 Kota, Letkol Inf Adi Nofriadi Nata, mengatakan pembangunan sumber daya manusia menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pembangunan fisik melalui program TMMD.

“Kami bersama masyarakat terus memperkuat kapasitas sumber daya manusia di Jorong Buluh Kasok, Nagari Sarilamak. Ini merupakan salah satu program non fisik TMMD,” kata Letkol Adi.

Dandim menambahkan, penyuluhan kepariwisataan menjadi salah satu langkah pemberdayaan masyarakat agar mampu melihat peluang ekonomi dari potensi daerah. Program nonfisik tersebut berjalan beriringan dengan pembangunan infrastruktur yang dilaksanakan di Jorong Buluh Kasok dan wilayah sekitarnya.

Ia menilai kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, perangkat nagari, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan program.

“Progress nonfisik sudah menunjukkan hasil positif melalui partisipasi aktif warga,” ujarnya.

Dia berharap edukasi dan pendampingan serupa dapat dilanjutkan setelah program TMMD berakhir. Dengan keterlibatan masyarakat dan dukungan pemerintah daerah, potensi wisata di wilayah tersebut diharapkan berkembang sekaligus memberikan dampak terhadap peningkatan pendapatan warga.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....