HUT ke-59, Bulog Bukittinggi Perkuat Ketahanan Pangan Daerah

  • 12 Mei 2026 07:55 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID,Bukittinggi — Perum Perum Bulog Cabang Bukittinggi memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Bulog ke-59 dengan menggelar berbagai rangkaian kegiatan sosial dan internal perusahaan, Selasa (12/5/2026).

Momentum peringatan ini menjadi refleksi perjalanan panjang Bulog dalam menjaga ketahanan pangan nasional sekaligus memperkuat pelayanan kepada masyarakat.

Pimpinan Cabang Bulog Bukittinggi, Romi Victa Rose, mengatakan bahwa peringatan HUT tahun ini diisi dengan sejumlah kegiatan sosial, salah satunya donor darah yang bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia.

Selain donor darah, jajaran pimpinan dan staf Bulog Bukittinggi juga melaksanakan syukuran sederhana melalui pemotongan tumpeng sebagai bentuk rasa syukur atas perjalanan dan pengabdian Bulog selama hampir enam dekade dalam menjaga stabilitas pangan nasional.

“Bulog dengan usianya yang ke-59 tahun, banyak sudah kegiatan-kegiatan yang telah dijalani. Tahun ini secara nasional Bulog ditugaskan melakukan penyerapan komoditi beras dan gabah,” ujar Romi Victa Rose.

Ia menjelaskan, pemerintah saat ini terus mendorong program swasembada pangan nasional. Pada awal tahun 2026, target penyerapan gabah dan beras secara nasional ditetapkan sebesar 4 juta ton.

Namun hingga memasuki kuartal pertama tahun ini, realisasi penyerapan bahkan telah melampaui target awal dengan capaian sekitar 5 juta ton gabah dan beras di seluruh Indonesia.

Menurut Romi, capaian tersebut menunjukkan sinergi yang baik antara pemerintah, petani, dan Bulog dalam menjaga ketersediaan pangan nasional di tengah berbagai tantangan ekonomi dan cuaca.

Untuk wilayah kerja Bulog Bukittinggi sendiri, target penyerapan tahun 2026 ditetapkan sebesar 1.300 ton. Hingga pertengahan Mei, realisasi penyerapan telah mencapai sekitar 860 ton beras atau mendekati 80 persen dari target yang ditetapkan.

“Untuk beberapa bulan ke depan diharapkan target bantuan awal kepada masyarakat yang telah ditetapkan Kementerian Sosial bisa terpenuhi tahun ini. Kami akan terus berkelanjutan melakukan penyerapan,” katanya.

Romi menambahkan, penyerapan gabah dan beras oleh Bulog Bukittinggi banyak dilakukan di wilayah Rao, Kabupaten Pasaman. Hal itu dilakukan sebagai upaya mendukung petani sekaligus menjaga harga pembelian pemerintah tetap stabil.

Saat ini, pemerintah menetapkan harga pembelian gabah sebesar Rp6.500 per kilogram dan harga beras Rp12.000 per kilogram. Kebijakan tersebut diharapkan dapat memberikan kepastian harga bagi petani serta menjaga keseimbangan distribusi pangan di masyarakat.

Didampingi Kepala Bagian Humas Bulog Bukittinggi, Roedi Hartono, Romi menegaskan bahwa Bulog akan terus menjalankan amanah pemerintah, terutama dalam menjaga ketersediaan stok pangan pokok bagi masyarakat.

Ia memastikan masyarakat di wilayah kerja Bulog Bukittinggi tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan bahan pangan seperti beras, gula, minyak goreng, dan kebutuhan pokok lainnya.

“Untuk masyarakat yang berada di wilayah cabang Bulog Kota Bukittinggi tidak usah khawatir terhadap stok beras, minyak, gula dan lainnya. Pemerintah siap untuk mensupport, termasuk dalam kondisi darurat seperti bencana alam yang terjadi tahun lalu,” tutupnya.

Peringatan HUT Bulog ke-59 ini sekaligus menjadi momentum bagi Perum Bulog Bukittinggi untuk terus meningkatkan pelayanan, memperkuat cadangan pangan pemerintah, serta menjaga stabilitas harga dan pasokan pangan di tengah masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....