Budaya Adat sebagai Aset Pembangunan

  • 02 Feb 2026 18:00 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID, Bukittinggi - Budaya adat sering dianggap cuma sebagai peninggalan masa lalu yang dipelihara saat upacara atau acara tertentu. Padahal, kalau dilihat lebih dekat, budaya adat justru punya potensi besar sebagai aset penting dalam pembangunan.

Di dalam budaya adat, ada banyak nilai positif seperti gotong royong, kebersamaan, dan musyawarah yang masih sangat relevan sampai sekarang. Nilai-nilai ini bisa jadi pondasi kuat untuk membangun masyarakat yang rukun, solid, dan saling mendukung.

Budaya adat juga punya peran besar dalam menggerakkan ekonomi masyarakat. Tradisi, kesenian, kerajinan, dan kuliner khas daerah bisa dikembangkan jadi produk bernilai ekonomi, sekaligus membuka peluang kerja bagi warga setempat.

Tidak cuma soal ekonomi, budaya adat juga erat kaitannya dengan pelestarian lingkungan. Banyak aturan adat yang mengajarkan cara menjaga alam, mulai dari pengelolaan hutan, sungai, sampai lahan pertanian agar tetap lestari.

Kalau budaya adat dikelola dengan baik, pembangunan tidak hanya soal gedung tinggi dan jalan lebar. Pembangunan bisa berjalan seimbang, maju secara ekonomi, tapi tetap menjaga identitas dan kearifan lokal.

Karena itu, budaya adat sudah seharusnya dilihat sebagai kekuatan, bukan sekadar tradisi lama. Dengan menjadikannya aset pembangunan, kita bisa melangkah maju tanpa kehilangan jati diri sebagai bangsa. (SG/YPA)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....