HPK Gandeng Gen Z Jaga Warisan Budaya lewat Ruang Digital
- 30 Jul 2026 21:25 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- HPK memperkuat keterlibatan generasi muda melalui pendidikan budaya di paguyuban, dialog interaktif, serta kolaborasi dengan berbagai platform digital.
- HPK menilai respons masyarakat sangat positif, karena semakin banyak publik memahami kembali jati diri dan nilai luhur kebudayaan Nusantara.
- Generasi muda diharapkan semakin bangga terhadap budaya Indonesia, setelah memperoleh perspektif baru dari pelaku adat, tradisi, dan penghayat kepercayaan.
RRI.CO.ID, Jakarta - Himpunan Penghayat Kepercayaan (HPK) terhadap Tuhan YME terus memperkuat pelibatan generasi muda dalam upaya pelestarian budaya Nusantara. Langkah tersebut dilakukan melalui pendidikan, dialog, serta kolaborasi lintas komunitas agar nilai budaya tetap hidup di tengah perkembangan zaman.
Ketua Umum Pusat HPK, Hadi Prajoko mengatakan generasi muda menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan kebudayaan Indonesia. Karena itu, organisasi terus menyusun berbagai program agar anak muda semakin dekat dengan warisan budaya leluhur.
Menurutnya, pembinaan generasi muda dilakukan melalui berbagai paguyuban yang telah aktif di berbagai daerah Indonesia hingga sekarang. Kegiatan tersebut menjadi ruang memperkenalkan nilai keluhuran budaya sekaligus memperkuat pemahaman terhadap jati diri bangsa sejak usia muda.
"Generasi muda kami libatkan melalui paguyuban yang memberikan pendidikan mengenai nilai keluhuran kebudayaan bangsa secara berkelanjutan bersama. Langkah tersebut diharapkan menumbuhkan rasa memiliki sekaligus memperkuat kepedulian terhadap warisan budaya Nusantara sejak dini," katanya dalam wawancara bersama PRO3 RRI, Kamis, 30 Juli 2026.
Selain pendidikan, HPK juga rutin menyelenggarakan sarasehan dan dialog interaktif yang melibatkan berbagai kalangan muda dari berbagai daerah. Forum tersebut digelar secara langsung maupun daring agar jangkauan edukasi kebudayaan semakin luas kepada masyarakat bersama.
Ia menambahkan pihaknya juga membangun kolaborasi dengan berbagai mitra, termasuk platform digital, untuk menjangkau generasi muda. Pemanfaatan media digital dinilai menjadi langkah penting agar pesan pelestarian budaya semakin mudah diterima oleh masyarakat luas.
"Kami membangun dialog interaktif, memperkuat kolaborasi, serta memanfaatkan media digital agar generasi muda semakin dekat dengan kebudayaan Indonesia. Pendekatan tersebut diharapkan menghadirkan ruang belajar yang menarik sekaligus relevan dengan perkembangan teknologi saat ini bagi semua," ucapnya, menjelaskan.
Sekjen Pusat HPK, Agung Rizkhi Zaifudhin mengatakan respons masyarakat terhadap berbagai program pelestarian kebudayaan menunjukkan perkembangan yang positif. Ia menyoroti banyak masyarakat mulai tertarik memahami kembali akar budaya yang selama ini kurang dikenal secara luas.
Meskipun demikian, ia menilai masih terdapat kesenjangan pemahaman mengenai kebudayaan Nusantara. Hal itu dikarenakan banyak kajian dipengaruhi sudut pandang dari luar Indonesia sebelumnya.
Untuk meluruskan semuanya, kehadiran pelaku adat dan penghayat kepercayaan memberikan perspektif baru. Terutama dalam memperkaya pemahaman masyarakat mengenai warisan budaya bangsa.
"Masyarakat menyambut baik berbagai upaya pelestarian budaya karena semakin memahami kekayaan peradaban Nusantara. Pemahaman tersebut membuat generasi muda semakin percaya diri serta bangga terhadap identitas kebudayaan Indonesia yang adiluhung hingga kini," katanya.
Ia berharap keterlibatan generasi muda terus meningkat melalui kolaborasi berbagai pihak dalam menjaga keberlanjutan kebudayaan nasional. Langkah tersebut diharapkan memperkuat identitas bangsa sekaligus memastikan nilai luhur Nusantara tetap diwariskan kepada generasi mendatang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....