Polri Tetapkan 350 Calon Taruna dan Taruni Lolos Akpol 2026

  • 28 Jul 2026 15:05 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Polri menetapkan 350 calon taruna dan taruni lolos Seleksi Penerimaan Akpol Tahun Anggaran 2026.
  • Seleksi menggunakan CAT berstandar olimpiade dengan prinsip BETAH dan pengawasan lembaga independen.
  • Polri menargetkan lahirnya perwira profesional, berintegritas, dan adaptif menghadapi tantangan masa depan.

RRI.CO.ID, Semarang - Polri menetapkan 350 calon taruna dan taruni lolos Seleksi Penerimaan Taruna Akademi Kepolisian Tahun Anggaran 2026. Penetapan dilakukan melalui sidang kelulusan tingkat pusat di Akademi Kepolisian, Senin, 27 Juli 2026.

Dalam sidang tersebut, sebanyak 320 calon taruna dan 30 calon taruni dinyatakan lulus. Seluruhnya terpilih dari 404 peserta yang mengikuti seleksi tingkat pusat.

"Penerimaan Taruna dan Taruni Akademi Kepolisian tahun ini menunjukkan peningkatan kualitas peserta. Kami terus mendorong seleksi objektif, transparan, serta menjaring calon perwira Polri terbaik," ujar Asisten Kapolri Bidang Sumber Daya Manusia Irjen Pol. Dr. Anwar saat memberikan pembekalan di Akademi Kepolisian, Senin, 27 Juli 2026.

Peningkatan kualitas tersebut didukung penerapan Computer Assisted Test atau CAT berstandar olimpiade. Sistem tersebut mengukur kemampuan berpikir kritis, analitis, dan pemecahan masalah peserta.

Selain itu, seleksi berlangsung menggunakan prinsip Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis atau BETAH. Polri juga melibatkan pengawasan sejumlah lembaga independen selama seluruh tahapan seleksi.

Pengawasan tersebut melibatkan Ombudsman RI, Setara Institute, Centra Initiative, Amnesty International Indonesia, dan Komisi Percepatan Reformasi Polri. Keterlibatan mereka bertujuan menjaga objektivitas dan akuntabilitas proses seleksi.

Penilaian peserta dilakukan menggunakan beberapa komponen dengan bobot berbeda. Tes Potensi Akademik, Bahasa Inggris, dan Kesamaptaan Jasmani masing-masing berbobot 30 persen.

Sementara itu, penilaian penampilan memiliki bobot sebesar 10 persen. Seluruh nilai digabungkan untuk menentukan hasil akhir seleksi.

Hasil seleksi memperlihatkan persaingan peserta berlangsung semakin kompetitif tahun ini. Empat peserta meraih nilai Tes Potensi Akademik tertinggi sebesar 80.

Empat peserta lainnya memperoleh nilai Bahasa Inggris tertinggi sebesar 82. Capaian tersebut menunjukkan peningkatan kemampuan akademik para peserta.

"Menurut saya rekrutmen ini berlangsung adil karena nilai langsung ditampilkan. Kami dapat melihat hasil masing-masing setelah ujian selesai," kata calon taruni, Ghyna Islamiati Ramly.

Ghyna menilai keterbukaan hasil memberikan kepercayaan kepada seluruh peserta selama seleksi. Seluruh nilai peserta juga dicetak dalam satu dokumen untuk ditandatangani bersama.

"Semua peserta diperlakukan sama tanpa melihat latar belakang masing-masing. Aturan yang diterapkan berlaku sama bagi seluruh peserta," ujarnya.

Menurut Ghyna, mekanisme tersebut memperlihatkan komitmen Polri menghadirkan rekrutmen yang transparan. Keterbukaan hasil membuat seluruh peserta mengetahui proses penilaian secara langsung.

Sementara itu, Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo memberikan pembekalan kepada peserta yang lulus. Pembekalan berlangsung di Gedung Serba Guna Akademi Kepolisian, Semarang.

"Masa depan Polri bergantung pada generasi penerus yang dipersiapkan sejak sekarang. Pendidikan menjadi fondasi melahirkan pemimpin Polri yang Presisi dan dipercaya masyarakat," ujarnya.

Melalui sistem seleksi berbasis merit, Polri berharap lahir perwira yang profesional dan berintegritas. Mereka juga diharapkan adaptif menghadapi perkembangan teknologi serta tantangan keamanan masa depan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....