Rekrutmen Akpol 2026, Masyarakat Diminta Waspada terhadap Penipuan
- 08 Apr 2026 14:59 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Polri tegaskan rekrutmen Akpol 2026 tanpa jalur khusus atau titipan
- Masyarakat diminta waspada penipuan yang menjanjikan kelulusan
- Seleksi menggunakan prinsip BETAH yang objektif, transparan, dan akuntabel
RRI.CO.ID, Jakarta – Divisi Humas Polri menegaskan komitmennya menjaga integritas proses rekrutmen terpadu Polri Tahun Anggaran 2026. Masyarakat juga diminta waspada terhadap praktik penipuan yang menjanjikan kelulusan dalam proses seleksi.
"Rekrutmen terpadu Polri tetap mengedepankan prinsip bersih, transparan, akuntabel, dan humanis. Artinya seluruh proses dilakukan secara objektif, terbuka, dapat dipertanggungjawabkan, serta menjunjung nilai kemanusiaan," ujar Kadiv Humas Polri Johnny Eddizon Isir dikutip dari keterangan tertulis, Jakarta, Rabu, 8 April 2026.
Johnny menyampaikan proses rekrutmen tetap berpedoman pada prinsip Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis (BETAH). Prinsip tersebut, kata dia, sesuai arahan Kapolri dalam menjaga integritas proses seleksi.
"Rekrutmen Akpol hanya melalui jalur reguler. Tidak ada kuota khusus. Kami mengimbau peserta dan keluarga agar tidak mempercayai pihak yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan tertentu," katanya.
Berdasarkan data, jumlah pendaftar Taruna-Taruni Akpol 2026 mencapai 7.988 orang secara online. Sebanyak 5.432 peserta telah terverifikasi dan mengikuti tahapan seleksi berikutnya.
Ia mengingatkan masyarakat segera melaporkan praktik penipuan atau percaloan dalam proses rekrutmen. Laporan dapat disampaikan melalui Divisi Propam Polri, hotline rekrutmen, maupun kepolisian setempat.
"Apabila ada pihak yang menjanjikan kelulusan dengan meminta bayaran, jangan ditanggapi. Jika sudah terjadi, segera laporkan kepada pihak berwenang," ucapnya.
Ia menambahkan jika pelaku melibatkan anggota Polri akan diproses oleh Propam. Sementara masyarakat sipil akan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
"Jika melibatkan anggota Polri akan diproses oleh Propam. Jika melibatkan masyarakat sipil akan dilakukan penegakan hukum sesuai aturan," ujarnya.
Johnny menyebut rekrutmen ini merupakan investasi jangka panjang Polri dalam mencetak calon pimpinan masa depan. Taruna dipersiapkan untuk menghadapi tantangan tugas dalam 25 hingga 30 tahun ke depan.
Ia juga menyampaikan Polri terus melakukan evaluasi kurikulum pendidikan di lembaga kepolisian, termasuk Akademi Kepolisian. Evaluasi bertujuan memperkuat nilai kepribadian serta menghilangkan praktik kekerasan.
"Sejak reformasi 1998, Polri telah mengedepankan kultur polisi sipil yang menjunjung tinggi hak asasi manusia. Pendekatan pelayanan dilakukan secara humanis," ungkapnya.
Asisten Kapolri Bidang SDM Anwar menegaskan seluruh tahapan seleksi dilaksanakan secara objektif dan transparan. Penilaian dilakukan berdasarkan hasil seleksi yang dapat dipertanggungjawabkan.
"Seleksi penerimaan Taruna-Taruni Akpol 2026 menggunakan prinsip BETAH. Proses dilakukan objektif, jujur, terbuka, serta dapat dipertanggungjawabkan," ujarnya.
Ia menjelaskan rekrutmen Taruna Akpol merupakan investasi strategis Polri dalam menyiapkan pemimpin masa depan. Taruna dipersiapkan menjadi sosok adaptif, komunikatif, dan inovatif menghadapi tantangan tugas.
Polri mengajak masyarakat mendukung proses rekrutmen terpadu secara transparan dan akuntabel. Upaya ini menjadi bagian pembangunan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....