Hari Asteroid Internasional, Mengenang Peristiwa Tunguska 1908
- 30 Jun 2026 09:40 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Hari Asteroid Internasional diperingati setiap 30 Juni untuk meningkatkan kesadaran terhadap bahaya tumbukan asteroid.
- Peringatan tersebut mengenang peristiwa Tunguska di Rusia pada 30 Juni 1908.
- PBB menetapkan 2029 sebagai Tahun Internasional Kesadaran Asteroid dan Pertahanan Planet.
RRI.CO.ID, Jakarta - Tanggal 30 Juni diperingati sebagai Hari Asteroid Internasional atau International Asteroid Day. Peringatan tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap potensi bahaya tumbukan asteroid.
Melansir Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Hari Asteroid Internasional ditetapkan melalui Resolusi A/RES/71/90 pada Desember 2016. Penetapan tersebut sekaligus mengenang peristiwa tumbukan Tunguska di Siberia, Rusia, pada 30 Juni 1908.
Peristiwa Tunguska merupakan dampak asteroid terbesar yang pernah tercatat dalam sejarah modern. Kejadian tersebut menjadi pengingat pentingnya upaya mitigasi terhadap ancaman dari luar angkasa.
Hari Asteroid Internasional juga bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai objek dekat Bumi. Selain itu, peringatan tersebut mendorong kesiapsiagaan menghadapi potensi ancaman asteroid.
PBB menilai komunikasi krisis menjadi bagian penting dalam menghadapi ancaman objek dekat Bumi. Karena itu, kerja sama internasional terus diperkuat melalui berbagai lembaga antariksa.
Penetapan Hari Asteroid Internasional berawal dari usulan Asosiasi Penjelajah Antariksa. Usulan tersebut mendapat dukungan Komite Penggunaan Ruang Angkasa untuk Tujuan Damai atau COPUOS.
Tahun Internasional Kesadaran Asteroid 2029
Majelis Umum PBB menetapkan 2029 sebagai Tahun Internasional Kesadaran Asteroid dan Pertahanan Planet. Keputusan tersebut diambil pada 2024 sebagai bagian dari kampanye global.
Penetapan itu berkaitan dengan lintasan asteroid 99942 Apophis pada 13 April 2029. Asteroid tersebut diperkirakan melintas sekitar 32 ribu kilometer dari permukaan Bumi.
Jarak tersebut berada di sekitar orbit geostasioner Bumi. Meski demikian, asteroid Apophis dipastikan tidak mengancam keselamatan planet ini.
PBB menyebut peristiwa tersebut menjadi kesempatan langka yang terjadi sekitar seribu tahun sekali. Momentum itu akan dimanfaatkan untuk meningkatkan edukasi mengenai asteroid.
Ancaman Objek Dekat Bumi
Objek dekat Bumi atau Near Earth Objects mencakup asteroid dan komet. Orbit benda langit tersebut berada relatif dekat dengan lintasan Bumi mengelilingi Matahari.
Menurut Pusat Studi Objek Dekat Bumi NASA, lebih dari 36 ribu asteroid telah ditemukan. Sebagian di antaranya terus dipantau karena berpotensi mendekati orbit Bumi.
Asteroid berdiameter lebih dari 140 meter menjadi perhatian para ilmuwan dunia. Objek tersebut berpotensi menimbulkan dampak besar apabila bertabrakan dengan Bumi.
Selain Tunguska, dunia juga mencatat peristiwa Chelyabinsk pada 15 Februari 2013. Asteroid tersebut meledak di atmosfer setelah memasuki langit Rusia.
Menurut NASA, asteroid Chelyabinsk memiliki diameter sekitar 18 meter. Energi ledakannya diperkirakan mencapai 440 kiloton TNT.
Upaya Mitigasi Global
Kantor Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Urusan Luar Angkasa atau UNOOSA terus mengoordinasikan mitigasi ancaman asteroid. Langkah tersebut dilakukan melalui kerja sama berbagai negara.
Pada 2014, Jaringan Peringatan Asteroid Internasional atau IAWN resmi dibentuk. Lembaga tersebut membantu pemerintah menganalisis potensi dampak asteroid.
Pada tahun yang sama, Space Mission Planning Advisory Group atau SMPAG juga dibentuk. Forum tersebut mengembangkan teknologi pengalihan asteroid yang berpotensi mengancam Bumi.
Kerja sama internasional dinilai penting menghadapi ancaman objek dekat Bumi. Upaya tersebut diharapkan mampu meningkatkan keselamatan masyarakat dunia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....