28 Juni dalam Sejarah: Penembakan Putra Mahkota Pemicu Perang Dunia I
- 28 Jun 2026 13:36 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Archduke Franz Ferdinand dan istrinya tewas ditembak di Sarajevo oleh Gavrilo Princip pada 28 Juni 1914.
- Pembunuhan memicu Austria-Hungaria menyatakan perang terhadap Serbia pada 28 Juli 1914, hingga berujung menjadi awal dari Perang Dunia I.
- Gavrilo Princip divonis 20 tahun kerja paksa dan meninggal di penjara pada 1918.
RRI.CO.ID, Jakarta - Tepat pada 28 Juni 1914, dunia dikejutkan oleh peristiwa pembunuhan Putra Mahkota Austria-Hungaria, Archduke Franz Ferdinand. Insiden ini kemudian menjadi pemicu meletusnya Perang Dunia I.
Mengutip National WWI Museum, Sang Istri, Sophie, Duchess of Hohenberg juga turut tertembak di Sarajevo, Bosnia. Sekitar pukul 11.00 waktu setempat, Franz Ferdinand dan Sophie ditembak saat melintasi pusat Kota Sarajevo.
Pelaku penembakan ialah Gavrilo Princip, seorang nasionalis Serbia Bosnia berusia 19 tahun. Princip diketahui berafiliasi dengan kelompok nasionalis Black Hand yang memperjuangkan penyatuan Bosnia dengan Serbia.
Sebelum penembakan terjadi, rombongan kerajaan sebenarnya telah lolos dari percobaan pembunuhan pertama sekitar pukul 10.15. Seorang konspirator, Nedeljko Čabrinović, melemparkan bom ke arah iring-iringan kendaraan, namun gagal.
Penyelidikan mengungkap sedikitnya tujuh pelaku terlibat dalam konspirasi, masing-masing membawa bom, pistol, dan kapsul sianida. Keamanan iring-iringan Kerajaan pun dinilai minim.
Sepanjang rute sekitar 6 kilometer, hanya 120 polisi yang berjaga tanpa pengawalan pasukan militer. Meski demikian, sekitar 70 ribu tentara Austria-Hungaria berada di luar kota.
Sehari setelah pembunuhan, pemerintah Austria-Hungaria menetapkan status darurat militer di Sarajevo. Ketegangan kemudian meningkat hingga pada 23 Juli 1914 Austria-Hungaria mengirim ultimatum kepada Serbia.
Kemudian, tepat 28 Juli 1914, Austria-Hungaria menyatakan perang terhadap Serbia. Pada akhirnya, peristiwa itu memicu rangkaian deklarasi perang yang berkembang menjadi Perang Dunia I.
Pada Oktober 1914, Gavrilo Princip dan Nedeljko Čabrinović dinyatakan bersalah atas pengkhianatan tingkat tinggi bersama puluhan konspirator lainnya. Keduanya dijatuhi hukuman kerja paksa selama 20 tahun karena masih di bawah usia yang memenuhi syarat untuk hukuman mati.
Čabrinović dinyatakan meninggal di penjara pada 1916. Sementara itu, Princip wafat dua tahun kemudian, pada 1918.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....