24 Juni dalam Sejarah: Penobatan Raja Henry VIII yang Mengubah Arah Inggris

  • 24 Jun 2026 14:00 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Henry VIII dimahkotai bersama Katherine of Aragon dalam upacara megah di Westminster Abbey pada 24 Juni 1509.
  • Diawali arak-arakan dari Tower of London hingga jamuan mewah di Westminster Hall yang disebut paling megah pada masanya.
  • Pemerintahan Henry VIII berujung pada pemisahan dari Roma dan lahirnya Gereja Inggris.

RRI.CO.ID, Jakarta – Tanggal 24 Juni menjadi salah satu momen penting dalam sejarah Inggris. Pada hari itu, tahun 1509, Raja Henry VIII resmi dimahkotai bersama permaisurinya, Katherine of Aragon.

Mengutip laman resmi Westminster Abbey, penobatan itu dilakukan dalam sebuah upacara megah di gedung tersebut. Sehari sebelum penobatan, pasangan kerajaan tersebut melakukan prosesi dari Tower of London menuju Whitehall.

Ia disambut antusias oleh masyarakat. Keesokan paginya, mereka melanjutkan perjalanan menuju Istana Westminster sebelum berjalan kaki menuju gereja. Di sana, mereka menjalani upacara sakral yang dipimpin oleh Uskup Agung Canterbury, William Warham.

Dalam prosesi tersebut, Ratu Katherine duduk di kursi yang lebih rendah dari raja, mencerminkan hierarki kerajaan saat itu. Setelah upacara, perayaan dilanjutkan dengan jamuan besar di Westminster Hall yang disebut-sebut sebagai pesta termegah pada masanya.

Bahkan, perayaan itu dibandingkan dengan perayaan para kaisar Romawi. Henry VIII putra kedua dari Henry VII dan Elizabeth of York, lahir di Greenwich Palace 28 Juni 1491.

Awalnya, takdirnya bukan menjadi raja. Namun setelah wafatnya sang kakak, Arthur, Henry naik takhta menggantikan ayahnya pada April 1509.

Sebagai penguasa, Henry dikenal pernah menulis buku yang membantah ajaran Martin Luther. Karyanya itu dipersembahkan kepada Paus dan membuatnya dianugerahi gelar Fidei Defensor (Pembela Iman).

Namun, perjalanan pemerintahannya juga memicu perubahan besar dalam sejarah gereja. Konflik panjang terkait perceraian dengan Katherine of Aragon membuat Henry VIII memutus hubungan dengan Roma.

Keputusan tersebut berujung pada berdirinya Gereja Inggris, sekaligus mengubah arah sejarah keagamaan dan politik di Inggris. Dari keturunannya, tiga anak Henry VIII yakni Edward VI, Mary I, dan Elizabeth I, juga menjadi penguasa Inggris.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....