Mengenal Sejarah Hari Keluarga Nasional yang Diperingati Setiap 29 Juni

  • 29 Jun 2026 11:33 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Hari Keluarga Nasional diperingati setiap 29 Juni sebagai pengingat pentingnya keluarga bagi pembangunan bangsa.
  • Harganas berawal dari kembalinya para pejuang kepada keluarganya setelah penyerahan kedaulatan Indonesia pada 1949.
  • Hari Keluarga Nasional memperoleh dasar hukum melalui Keputusan Presiden Nomor 39 Tahun 2014.

RRI.CO.ID, Jakarta - Tanggal 29 Juni diperingati sebagai Hari Keluarga Nasional atau Harganas di Indonesia. Peringatan tersebut mengingatkan pentingnya keluarga sebagai fondasi pembangunan bangsa.

Melansir Dinas Sosial, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Pekalongan yang mengutip BKKBN, Harganas memiliki sejarah panjang. Peringatan tersebut berawal dari perjuangan bangsa mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Pada 1945, Indonesia telah memproklamasikan kemerdekaannya sebagai negara yang berdaulat. Namun, kondisi bangsa saat itu masih belum sepenuhnya aman dan kondusif.

Pemerintah kemudian memberlakukan wajib militer untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Kebijakan tersebut membuat banyak pejuang harus berpisah dengan keluarganya.

Melalui perjuangan panjang, Belanda akhirnya menyerahkan kedaulatan Indonesia pada Rabu, 22 Juni 1949. Seminggu kemudian, para pejuang kembali berkumpul bersama keluarganya pada Senin, 29 Juni 1949.

Peristiwa tersebut kemudian menjadi tonggak lahirnya Hari Keluarga Nasional. Momen itu juga mengingatkan pentingnya keluarga dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia.

Saat itu, pengetahuan masyarakat mengenai usia ideal menikah masih tergolong rendah. Kondisi tersebut mendorong meningkatnya angka perkawinan usia dini.

Keinginan menggantikan anggota keluarga yang gugur selama perjuangan turut memengaruhi kondisi tersebut. Dampaknya, angka kematian ibu dan bayi saat itu masih tergolong tinggi.

Tanggal 29 Juni 1970 kemudian menjadi tonggak Gerakan Keluarga Berencana Nasional. Momentum tersebut memperkuat pembangunan keluarga kecil yang bahagia dan sejahtera.

Program Kependudukan dan Keluarga Berencana terus berkembang selama dua dekade berikutnya. Keberhasilan tersebut bahkan memperoleh penghargaan UN Population Award.

Pemerintah kemudian menetapkan 29 Juni sebagai Hari Keluarga Nasional pada 1992. Penetapan tersebut menjadi penghargaan bagi perjuangan rakyat mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Harganas bertujuan mengingatkan pentingnya keluarga sebagai sumber kekuatan bangsa. Keluarga diharapkan menjadi tempat membangun karakter sekaligus memperkuat ketahanan masyarakat.

Peringatan tersebut akhirnya memperoleh dasar hukum yang lebih kuat pada 2014. Pemerintah menetapkannya melalui Keputusan Presiden Nomor 39 Tahun 2014.

Keputusan tersebut menetapkan 29 Juni sebagai Hari Keluarga Nasional. Meski demikian, Harganas tidak termasuk hari libur nasional.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....