Pameran 'Weaving Wonders' Angkat Tenun NTT jadi Kekuatan Ekonomi Kreatif

  • 13 Jun 2026 22:20 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pameran Weaving Wonders: The Spirit of NTT menampilkan kekayaan sandang dan pangan Nusa Tenggara Timur sebagai penggerak ekonomi kreatif berbasis budaya masyarakat lokal.
  • Pelestari Arsitektur Nusantara, Yori Antar menilai keberhasilan Desa Adat Wae Rebo dan Jalur Tenun Sumba membuktikan budaya dapat menjadi sumber kesejahteraan melalui pariwisata dan kewirausahaan masyarakat.
  • Ketua Tim Penggerak PKK NTT, Mindriyati Astiningsih menegaskan perempuan penenun memiliki peran penting sebagai penopang ekonomi keluarga sekaligus penjaga warisan budaya daerah.

RRI.CO.ID, Jakarta - Yayasan Bambu Lingkungan Lestari (YBLL) bersama Uma Nusantara meresmikan pameran Weaving Wonders: The Spirit of NTT di Jakarta. Pameran ini menghadirkan budaya Nusa Tenggara Timur melalui sandang dan pangan sebagai penggerak ekonomi kreatif masyarakat lokal.

Pelestari Arsitektur Nusantara, Yori Antar mengatakan Nusa Tenggara Timur memiliki potensi besar untuk mengembangkan pariwisata berbasis masyarakat. Menurutnya, keberhasilan pelestarian Desa Adat Wae Rebo menunjukkan masyarakat dapat memperoleh manfaat ekonomi secara langsung.

Keberhasilan tersebut dinilai membuktikan pembangunan daerah dapat dilakukan melalui semangat kewirausahaan dan gotong royong masyarakat setempat. Pendapatan dari sektor pariwisata juga dapat kembali dimanfaatkan untuk mendukung kesejahteraan warga desa berkelanjutan.

"NTT menurut pengalaman saya pribadi adalah tempat yang sangat menginspirasi. Melalui Desa Adat Wae Rebo, kami membuktikan sebuah desa dapat dilestarikan kembali, dan masyarakatnya pun menjadi tuan rumah," katanya saat menghadiri peresmian pameran Weaving Wonders: The Spirit of NTT, Tugu Kunstkring Paleis, Jakarta Pusat, Sabtu, 13 Juni 2026.

Ia menjelaskan pihaknya turut mengembangkan Jalur Tenun Sumba dengan membangun lima belas rumah tenun bagi masyarakat. Program tersebut bertujuan mengubah pola pemasaran kain tenun agar memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.

Sebelumnya, para penenun harus berupaya mencari pembeli dengan menjual hasil karya di berbagai tempat umum. Kini, konsep rumah tenun justru mendorong pembeli datang langsung untuk melihat proses pembuatan kain tradisional.

Menurutnya, kain tenun tidak lagi dipandang sebagai produk biasa melainkan karya seni bernilai budaya tinggi. Setiap kain dibuat secara manual selama berbulan-bulan sehingga memiliki motif khas yang tidak dapat disamakan.

"Kain tenun bukan sekadar produk, melainkan karya budaya yang menyimpan jiwa dan identitas para penenun. Kalau kita ingin tahu, satu kain tenun itu bisa ditenun 6-10 bulan dengan satu penenun saja," ujarnya.

Ia menambahkan para perempuan penenun memiliki peran penting sebagai penopang ekonomi keluarga di berbagai daerah NTT. Selain itu, mereka juga menjadi garda terdepan dalam menjaga keberlangsungan tradisi dan warisan budaya.

Karena itu, ia mengajak masyarakat memberikan apresiasi lebih besar terhadap hasil karya para penenun lokal. Dukungan tersebut dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan budaya sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pengrajin tenun.

Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK NTT, Mindriyati Astiningsih menyoroti besarnya peran perempuan dalam industri tenun daerah. Menurutnya, mayoritas pelaku tenun merupakan perempuan yang selama ini menjadi penopang utama ekonomi keluarga setempat.

Perempuan tidak hanya membantu pekerjaan suami di kebun maupun ladang selama aktivitas pertanian berlangsung setiap hari. Setelah kembali ke rumah, mereka tetap menjalankan pekerjaan domestik sekaligus melanjutkan aktivitas menenun hingga malam.

"Keterlibatan perempuan dalam tenun sangat besar karena sebagian besar perajin merupakan ibu-ibu yang bekerja setiap hari. Mereka membantu suami di ladang, mengurus rumah tangga, lalu melanjutkan kegiatan menenun untuk keluarga masing-masing," ujarnya.

Untuk diketahui, pameran ini berlangsung mulai 14 - 27 Juni 2026 di Tugu Kunstkring Paleis, Jakarta Pusat. Para pengunjung bisa menikmati beragam acara mulai, pameran, kuliner, hingga dialog dengan berbagai para narasumber.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....