NTT Sambut Program Antikorupsi KPK, Masyarakat Diajak Kenal Sisi Edukasi Lembaga
- 10 Jun 2026 16:48 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- NTT menjadi salah satu lokasi pelaksanaan program Jelajah Negeri Bangun Antikorupsi (JNBA) 2026.
- Florida Taty Satyawati menilai program tersebut membantu masyarakat mengenal sisi edukasi dan pencegahan korupsi yang dijalankan KPK.
- KPK memperluas JNBA ke Indonesia Timur untuk menanamkan nilai-nilai antikorupsi kepada berbagai lapisan masyarakat.
RRI.CO.ID, Jakarta - Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi salah satu lokasi pelaksanaan program Jelajah Negeri Bangun Antikorupsi (JNBA) 2026 yang digelar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kehadiran program tersebut dinilai menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk mengenal peran KPK lebih dekat, tidak hanya dari sisi penindakan tetapi juga edukasi dan pencegahan korupsi.
Kepala Badan Penghubung NTT, Florida Taty Satyawati, mengatakan selama ini banyak masyarakat yang mengenal KPK sebagai lembaga yang menangani korupsi besar. Namun melalui program JNBA, masyarakat dapat melihat langsung berbagai upaya pendidikan antikorupsi yang juga menjadi bagian dari tugas KPK.
"Selama ini bayangan kita tentang KPK itu seperti momok. Ternyata ketika berinteraksi langsung, banyak hal yang bisa dipelajari terkait edukasi dan pencegahan korupsi," kata Taty dalam dialog bersama RRI Pro 3 di Jakarta, Rabu, 10 Juni 2026.
Menurutnya, pelaksanaan JNBA menjadi momentum penting untuk memperluas pemahaman masyarakat mengenai nilai-nilai antikorupsi. “Edukasi ini penting agar masyarakat tidak hanya memahami dampak korupsi, tetapi juga mampu mencegah praktik-praktik koruptif dalam kehidupan sehari-hari ya,” ujarnya.
Taty mengatakan program tersebut juga membuka ruang interaksi langsung antara masyarakat dengan KPK. Menurutnya, pemerintah daerah sangat menyambut baik program ini.
“Kalau dari perspektif kami dari pemerintah daerah provinsi sangat-sangat penting buat kami. Karena KPK hadir secara khusus memberikan edukasi langsung kepada masyarakat,” ucapnya.
Ia berharap kegiatan yang digelar di sejumlah daerah di NTT. Serta dapat menjangkau berbagai kelompok masyarakat, termasuk generasi muda yang akan menjadi penerus pembangunan daerah.
Sementara itu, Kepala Satuan Tugas Kampanye Antikorupsi KPK RI, Medio Venda, mengatakan JNBA merupakan bagian dari strategi pendidikan yang dijalankan KPK. Menurutnya, pendekatan edukasi diperlukan agar masyarakat memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai bahaya korupsi dan pentingnya integritas.
"Melalui program JNBA, kami menginsersi nilai-nilai antikorupsi kepada masyarakat. Agar masyarakat berani menolak segala bentuk perilaku koruptif," ujar Medio.
Ia menjelaskan JNBA telah memasuki tahun ketujuh pelaksanaan sejak pertama kali digelar pada 2018. Tahun ini, program tersebut untuk pertama kalinya diperluas ke kawasan Indonesia Timur dengan menyasar pelajar, mahasiswa, ASN, hingga komunitas masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....