Peran Orang Tua Penting bagi Tumbuh Kembang Anak Disabilitas
- 29 Sep 2026 20:18 WIB
- Bovendigoel
RRI.CO.ID, Boven Digoel – Peran orang tua dalam menjaga kesehatan mental dan mendukung tumbuh kembang anak penyandang disabilitas menjadi salah satu topik yang dibahas dalam dialog interaktif bertema “Fasilitas Media dan Peran Dokter Spesialis Jiwa dalam Penanganan Anak Berkebutuhan Khusus di Sekolah Inklusi” yang disiarkan LPP RRI Boven Digoel, Selasa, 29 September 2026.
Dialog tersebut menghadirkan dokter spesialis kedokteran jiwa, dr. Gensya Prangomo, Sp.K.J., yang membagikan sejumlah langkah praktis bagi orang tua dalam mendampingi anak berkebutuhan khusus, terutama bagi mereka yang harus tinggal berjauhan atau sering meninggalkan anak karena tuntutan pekerjaan maupun kondisi tertentu.
Dalam pemaparannya, dr. Gensya menekankan bahwa kehadiran emosional orang tua tetap penting meskipun terhalang jarak fisik. Oleh karena itu, orang tua perlu membangun komunikasi yang konsisten dan berkualitas guna menjaga kedekatan emosional serta mendukung kestabilan mental anak.
Ia menyarankan agar orang tua membuat jadwal komunikasi harian, termasuk melalui sambungan telepon atau panggilan video. Selain itu, orang tua perlu mengembangkan pola komunikasi yang lebih terbuka dengan mengajukan pertanyaan yang mendorong anak untuk bercerita tentang pengalaman dan perasaannya.
“Buat jadwal harian, telepon, video call. Ganti pertanyaannya, jangan cuma ‘sudah makan belum?’ atau ‘sudah belajar belum?’, tetapi ajukan pertanyaan yang lebih mendalam, seperti ‘Hari ini kamu sudah buat apa, Nak?’ atau ‘Apa yang membuat kamu kesal?’” ujar dr. Gensya.
Menurutnya, komunikasi yang berkualitas dapat membantu orang tua memahami kondisi emosional anak, mengetahui pengalaman yang dialami sehari-hari, serta memberikan dukungan yang sesuai dengan kebutuhan mereka.
Selain memperhatikan pola komunikasi, dr. Gensya juga mengingatkan orang tua agar tidak menggantikan kehadiran fisik, perhatian, dan kasih sayang dengan pemberian materi atau uang semata.
Ia menilai, pola pengasuhan yang hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan finansial berpotensi membuat anak kurang terbiasa mengembangkan kemandirian dan kemampuan berpikir kritis.
“Jangan juga menjadi ATM berjalan. Apa-apa uang, sehingga anak tidak dibiasakan bagaimana dia bisa bertahan atau memiliki sifat kritis. Itu yang saya sampaikan,” kata dr. Gensya.
Ia menegaskan, pendampingan orang tua tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan dasar anak, tetapi juga mencakup perhatian terhadap perkembangan emosi, kemampuan berkomunikasi, dan pembentukan kemandirian.
Dengan demikian, keterlibatan orang tua secara konsisten, baik melalui kehadiran langsung maupun komunikasi jarak jauh, menjadi bagian penting dalam mendukung tumbuh kembang anak penyandang disabilitas.
Melalui dialog interaktif tersebut, diharapkan para orang tua semakin memahami pentingnya membangun hubungan emosional yang kuat dengan anak serta memberikan pendampingan sesuai dengan kebutuhan dan tahap perkembangannya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....