BRMP Dorong Pemanfaatan E-Banper untuk Usulan Program Pertanian di Boven Digoel

  • 17 Sep 2026 21:50 WIB
  •  Bovendigoel

RRI.CO.ID, Boven Digoel -Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Papua Selatan mendorong kelompok masyarakat dan pemangku kepentingan di Kabupaten Boven Digoel memanfaatkan sistem E-Banper untuk mengusulkan berbagai program pertanian sesuai potensi wilayah.

Kepala Tata Usaha BRMP Papua Selatan, Frans Palobo, mengatakan E-Banper dapat menjadi salah satu sarana untuk memasukkan usulan program berdasarkan potensi yang dimiliki masing-masing wilayah.

Menurutnya, di Boven Digoel masih terdapat sejumlah kelompok yang belum masuk dalam program, sehingga potensi wilayah perlu diusulkan agar dapat dipertimbangkan oleh pemerintah pusat.

"Tekankan saja di sini kalau E-Banper itu, terus terang Boven Digoel ini kan baru ayam yang ada itu tiga kelompok. Yang lain itu belum ada. Nanti saya ajak cara memasukkan potensi wilayah di sini, supaya di Dirjen sana, terutama eselon satu, Dirjen-Dirjen bisa melihat potensi wilayah ini dan bisa memasukkan juga program di sini," ujar Frans.

Ia menjelaskan, apabila usulan belum dapat dimasukkan melalui E-Banper, pengusulan secara manual melalui petugas penyuluh lapangan (PPL) masih diperbolehkan.

Frans menyebut pihaknya juga telah berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mengusulkan program pertanian di Boven Digoel. Namun, salah satu kendala yang dihadapi adalah keterlambatan pengajuan sehingga anggaran untuk sektor tertentu telah ditutup.

"Kami sudah berhubungan dengan Bu Vero kemarin. Kebetulan kita sudah usul, tapi karena terlambat bulan Juli, sehingga terlambat kita usul. Sudah di-close anggaran untuk perkebunan," katanya, Selasa 15 September 2026.

Ia menambahkan, pada pengusulan sebelumnya, program perkebunan yang dikirimkan baru mencakup sekitar 70 hektare. Padahal, menurut Frans, pemerintah pusat mendorong pengembangan dengan luasan yang lebih besar.

"Kemarin baru hanya terbatas juga dikirim, baru 70 hektare. Padahal kalau pusat itu pokoknya akan luas, jangan tanggung-tanggung. Dia bilang minimal 100 hektare," jelasnya.

Frans mengatakan, terdapat komitmen untuk mengakomodasi usulan tersebut pada kesempatan berikutnya. Ia berharap potensi pertanian di Boven Digoel dapat terus didorong melalui program pemerintah pusat.

Ia juga menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi dan pengembangan budidaya padi PM AAS yang saat ini menjadi salah satu perhatian Kementerian Pertanian.

"Karena PM AAS ini, dan ini Kementerian Pertanian sekarang semua-semua PM AAS. Pasti Bapak-Ibu kalau bukan di Google atau di TikTok itu PM AAS. Itu yang perlu kita diskusikan nanti," katanya.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....