Inovasi Jadi Kunci Kemajuan Daerah, Dorong PAD dan Wujudkan Boven Digoel

  • 13 Jun 2026 16:22 WIB
  •  Bovendigoel

RRI.CO.ID, BOVEN DIGOEL–Seminar Studi Inovasi bertema “Klien Proaktif, Sinergi Inovasi Lintas Sektor, Meningkatkan Pendapatan Asli Daerah, dan Mewujudkan Boven Digoel Bebas Narkoba” yang diselenggarakan Universitas Musamus Merauke menjadi momentum untuk mendorong lahirnya berbagai gagasan inovatif dalam pembangunan daerah.

Kegiatan tersebut dibuka oleh Pelaksana Tugas (Plt) Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Musamus Merauke, E. Maturbongs, yang menekankan pentingnya inovasi sebagai instrumen utama dalam mempercepat pembangunan serta meningkatkan kualitas pelayanan publik di daerah.

Dalam sambutannya, Maturbongs memperkenalkan struktur akademik di lingkungan FISIP Universitas Musamus yang terdiri atas satu jurusan dan tiga program studi, yakni Jurusan Ilmu Administrasi Negara, Program Studi Ilmu Politik, Pembangunan Sosial, dan Administrasi Publik.

Ia menjelaskan bahwa Program Magister Administrasi Publik menjadi salah satu program unggulan karena merupakan program magister pertama di wilayah selatan Papua sekaligus yang pertama di Universitas Musamus. Program tersebut juga telah memperoleh akreditasi Baik Sekali, yang dinilai penting untuk mendukung pengembangan karier aparatur sipil negara, khususnya dalam memenuhi persyaratan administrasi kenaikan pangkat.

Dari sisi capaian akademik, angkatan pertama program tersebut telah meluluskan 28 mahasiswa. Sementara angkatan kedua tercatat berjumlah 23 mahasiswa dan saat ini aktif sebanyak 22 orang. Selain jalur reguler, tersedia pula skema tugas belajar baik melalui pembiayaan mandiri maupun dukungan dari instansi. Universitas menargetkan dapat meluluskan sekitar 27 alumni baru pada tahun 2027.

Menurut Maturbongs, kerja sama pendidikan yang saat ini berjalan bersama Pemerintah Kabupaten Boven Digoel diharapkan terus berkembang dan dapat diperluas ke kabupaten lain maupun tingkat provinsi guna memperkuat kapasitas sumber daya manusia di Papua.

Ia menegaskan bahwa seminar inovasi tersebut bukan sekadar agenda seremonial, tetapi merupakan bagian dari mata kuliah wajib dalam kurikulum perkuliahan dengan beban studi yang cukup besar. Melalui mata kuliah Inovasi Pelayanan Publik, mahasiswa didorong tidak hanya memahami konsep secara teoritis, tetapi juga menghasilkan gagasan dan praktik inovasi yang dapat diterapkan secara nyata di daerah asal masing-masing.

“Kita harus mengakui bahwa inovasi di Papua masih perlu terus diperkuat sebagaimana menjadi perhatian pemerintah. Padahal inovasi memiliki peran besar dalam mendukung pembangunan daerah. Dengan pemanfaatan teknologi digital, berbagai peluang peningkatan pelayanan dan Pendapatan Asli Daerah dapat diwujudkan,” ujarnya.

Ia juga mencontohkan penerapan sistem digital yang dikembangkan untuk mendukung transparansi dan efektivitas pengelolaan pendapatan daerah, termasuk pemantauan pembayaran pajak secara lebih terbuka dan akuntabel. Menurutnya, langkah tersebut dapat menjadi referensi bagi pemerintah daerah dalam mengoptimalkan sumber-sumber PAD.

Hal ini dinilai sejalan dengan langkah Pemerintah Kabupaten Boven Digoel yang melakukan studi ke Kota Batam untuk mempelajari pengelolaan pajak daerah serta strategi pencegahan penyalahgunaan narkoba melalui penguatan kolaborasi lintas sektor.

Seminar tersebut sekaligus menandai berakhirnya perkuliahan Semester II bagi mahasiswa Program Magister Administrasi Publik. Selanjutnya mahasiswa akan memasuki Semester III dengan fokus pada penyusunan proposal penelitian sebagai bagian dari tahapan akademik berikutnya.

Di akhir kegiatan, pihak universitas juga menyampaikan bahwa pendaftaran mahasiswa baru tengah dibuka dan akan terus memperkuat kerja sama dengan BKPSDM guna mendukung peningkatan kompetensi aparatur dan pembangunan sumber daya manusia yang berdaya saing di Kabupaten Boven Digoel.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....