Sosialisasi dan Fasilitasi Kemudahan Perizinan Berusaha bagi UMKM OAP
- 18 Jun 2026 12:55 WIB
- Bovendigoel
RRI.CO.ID, BOVEN DIGOEL–Pemerintah Kabupaten Boven Digoel melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Perindagkop) kembali melaksanakan kegiatan sosialisasi dan fasilitasi kemudahan perizinan berusaha bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Orang Asli Papua (OAP), Jumat (17/7/2026),.pelaksanaan kegiatan tersebut dibiayai melalui Dana Otonomi Khusus (Otsus) Tahun Anggaran 2026.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perindagkop Kabupaten Boven Digoel, Emilianus Kanggin, mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan pemerintah daerah dalam memperkuat kapasitas pelaku UMKM lokal agar mampu berkembang dan memiliki daya saing.
Menurutnya, program tersebut bukan pertama kali dilaksanakan. Hingga saat ini, kegiatan pembinaan dan pendampingan telah berjalan dalam beberapa tahap dan terus diarahkan untuk mendorong perubahan pola usaha masyarakat dari penjualan bahan mentah menjadi produk olahan yang memiliki nilai tambah ekonomi.
“Ini merupakan pelaksanaan yang kelima. Kami melihat masih banyak pelaku usaha yang menjual hasil produksi dalam bentuk bahan mentah. Padahal jika diolah dengan baik dan didukung legalitas usaha yang jelas, produk tersebut dapat memiliki nilai jual lebih tinggi dan menjangkau pasar yang lebih luas,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kemudahan perizinan menjadi salah satu langkah strategis agar UMKM dapat tumbuh secara berkelanjutan. Dengan memiliki legalitas usaha, pelaku UMKM akan lebih mudah memperoleh akses pembinaan, pengembangan usaha, hingga peluang dukungan program pemerintah di masa mendatang.
Selain memberikan pemahaman mengenai pentingnya perizinan, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari optimalisasi pemanfaatan Dana Otsus yang diarahkan untuk memperkuat ekonomi masyarakat asli Papua. Pemerintah daerah menegaskan bahwa penggunaan dana harus memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Dana Otsus hadir untuk memperkuat kemampuan ekonomi masyarakat asli daerah. Karena itu, pengelolaannya harus tepat sasaran dan memberikan hasil yang dapat dirasakan langsung. Salah satunya melalui penguatan UMKM dan penataan usaha yang lebih tertib,” jelasnya.
Dalam kesempatan itu, peserta juga membahas pengembangan lokasi pemasaran yang dikenal sebagai Titik 0. Lokasi tersebut dinilai memiliki potensi menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat apabila dikelola secara baik dengan memperhatikan aspek keamanan, kebersihan, dan ketertiban lingkungan.
Pemerintah daerah berencana melakukan peninjauan lapangan bersama Bupati Boven Digoel guna menyusun langkah pengembangan kawasan tersebut sebagai ruang usaha yang lebih representatif bagi pelaku UMKM.
Melalui kegiatan ini, pemerintah berharap hasil pelatihan dan pendampingan tidak berhenti pada penyampaian materi semata, tetapi mampu menghasilkan perubahan nyata.
Dalam waktu dekat diharapkan mulai muncul pelaku usaha yang telah mengantongi izin usaha serta mampu mengembangkan produk unggulan daerah, seperti olahan sagu, hasil perikanan, produk daging, hingga makanan tradisional khas Papua yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....