Pendampingan Penggunaan Teknologi Perlu Diberikan kepada Anak dan Remaja
- 12 Agt 2026 18:31 WIB
- Bovendigoel
RRI.CO.ID, Boven Digoel–Sekretaris Daerah Kabupaten Boven Digoel, Fabianus Sinfahagi, menegaskan pentingnya peran orang tua dan tenaga pendidik dalam mendampingi anak dan remaja menggunakan teknologi digital. Pendampingan dinilai menjadi langkah penting untuk melindungi anak dari berbagai ancaman di ruang digital, termasuk kekerasan berbasis gender online (KBGO).
Hal tersebut disampaikan Fabianus dalam kegiatan Literasi Digital Pencegahan Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO) bagi Anak dan Remaja pada Tingkat Sekolah dan Luar Sekolah di Kabupaten Boven Digoel, yang digelar dalam rangka memperingati Hari Remaja Internasional, Rabu 12 Agustus 2026, di Aula SMP Negeri 1 Tanah Merah.
Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Lembaga Advokasi Perlindungan Perempuan dan Anak Kabupaten Merauke sebagai upaya meningkatkan pemahaman anak dan remaja maupun orang dewasa mengenai penggunaan teknologi secara aman dan bertanggung jawab.
Dalam kesempatan itu, Sekda Boven Digoel mengajak para orang tua dan tenaga pendidik untuk tidak hanya melarang anak menggunakan teknologi, tetapi juga aktif hadir dan memberikan pendampingan.
"Kita harus membangun komunikasi yang terbuka dan hangat, sehingga anak merasa aman dan percaya untuk bercerita ketika mereka menghadapi persoalan di dunia maya," ujarnya.
Menurut Fabianus, perlindungan terhadap anak dan remaja merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, pemerintah, sekolah, keluarga, masyarakat, dunia usaha, komunitas, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya perlu membangun sinergi untuk menciptakan ekosistem digital yang aman dan ramah bagi anak.
Sinergi tersebut, kata dia, sangat diperlukan untuk mencegah sekaligus menangani berbagai bentuk kekerasan berbasis gender yang terjadi di ruang digital.
"Remaja bukan sekadar objek atau penerima manfaat pembangunan semata. Mereka adalah generasi penerus bangsa yang menjadi bagian penting dalam kemajuan daerah dan negara ke depan," ucap Fabianus.
Ia menambahkan, anak dan remaja harus dipastikan tumbuh dan berkembang dalam lingkungan yang aman, baik di dunia nyata maupun di ruang digital. Selain itu, mereka harus mendapatkan pendidikan yang berkualitas, memiliki ruang untuk berkembang, serta terlindungi dari berbagai bentuk kekerasan dan diskriminasi.
Fabianus berharap materi dan pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut tidak berhenti setelah acara selesai, tetapi dapat dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari serta diteruskan kepada keluarga dan lingkungan sekitar.
"Teknologi jangan sampai menjadi hal yang menakutkan, melainkan harus kita jadikan sarana yang bermanfaat untuk belajar, berkarya, berprestasi, dan membangun masa depan yang lebih cerah," katanya.
Ia pun mengajak seluruh pihak bersama-sama mewujudkan generasi muda yang cerdas secara digital, berkarakter, berdaya saing, serta terlindungi dari berbagai ancaman kekerasan di ruang digital.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....