Yayasan Anugerah Terindah Tekankan Kehadiran, Literasi
- 19 Jun 2026 21:19 WIB
- Bovendigoel
RRI.CO.ID, BOVEN DIGOEL–Yayasan Anugerah Terindah menegaskan pentingnya kolaborasi antara sekolah dan orang tua dalam meningkatkan kualitas pendidikan anak menghadapi Tahun Ajaran 2026/2027. Penekanan tersebut disampaikan Sekretaris Yayasan Anugerah Terindah, Fenina Ester Raunsay, dalam pertemuan bersama para wali murid yang berlangsung di lingkungan sekolah.
Dalam arahannya, Fenina menyampaikan bahwa keberhasilan pendidikan tidak dapat dibebankan hanya kepada pihak sekolah. Menurutnya, keterlibatan aktif orang tua menjadi faktor penting dalam membentuk kebiasaan belajar, kedisiplinan, serta perkembangan kemampuan dasar anak.
Salah satu perhatian utama yang disampaikan adalah soal kehadiran siswa di sekolah. Ia mengajak seluruh orang tua untuk memastikan anak mengikuti proses pembelajaran secara rutin dan tidak melewatkan hari belajar tanpa alasan yang jelas.
“Kami memahami setiap orang tua memiliki aktivitas dan tanggung jawab masing-masing. Namun, kehadiran anak di sekolah menjadi fondasi utama dalam proses belajar. Guru akan mendampingi pembelajaran di sekolah, sementara dukungan orang tua di rumah menjadi bagian yang tidak terpisahkan,” ujar Fenina,Jumat 19 Juni 2026
Selain kehadiran, yayasan juga menyoroti tantangan pembelajaran yang masih ditemukan, terutama pada kemampuan dasar membaca dan menulis siswa. Fenina mengungkapkan bahwa masih terdapat siswa yang belum menguasai literasi secara optimal sehingga menjadi fokus pembenahan pada tahun ajaran mendatang.
Menurutnya, program penguatan literasi dan numerasi akan diperkuat mulai dari jenjang dasar dengan penekanan pada kemampuan membaca, menulis, serta pembentukan tulisan yang baik dan rapi.
“Kami ingin memastikan anak-anak memiliki dasar yang kuat. Literasi tidak hanya membaca, tetapi juga kemampuan menulis dengan baik karena itu akan memengaruhi proses belajar mereka di tingkat berikutnya,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, pihak yayasan juga menyoroti penggunaan perangkat elektronik yang dinilai mulai memengaruhi pola belajar anak. Sekolah berharap siswa dapat lebih terbiasa mengembangkan kemampuan berpikir, menyelesaikan soal secara mandiri, dan tidak bergantung sepenuhnya pada teknologi.
“Anak-anak perlu dilatih untuk memahami proses, bukan hanya mencari jawaban secara instan. Kemampuan berpikir dan memecahkan masalah harus terus dibangun sejak dini,” tambahnya.
Terkait metode pembelajaran, khususnya bagi siswa kelas awal, yayasan sedang melakukan evaluasi terhadap penggunaan bahan ajar. Opsi penggunaan buku cetak maupun buku latihan masih dikaji agar dapat menyesuaikan kebutuhan perkembangan keterampilan membaca dan menulis siswa.
Fenina menjelaskan bahwa setiap metode memiliki kelebihan dan tantangan masing-masing. Karena itu, keputusan yang diambil nantinya akan melibatkan komunikasi dan persetujuan bersama orang tua.
Perhatian khusus juga diberikan kepada siswa kelas 5 yang akan memasuki kelas 6 pada tahun ajaran mendatang. Menurutnya, para siswa akan menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang menjadi salah satu instrumen evaluasi kemampuan literasi dan numerasi.
Untuk menghadapi tahapan tersebut, sekolah berencana menyiapkan program pendampingan dan latihan tambahan agar siswa dapat mengikuti proses evaluasi dengan lebih siap.
Menutup penyampaiannya, Fenina menyampaikan apresiasi kepada seluruh orang tua atas dukungan dan kepercayaan yang telah diberikan selama satu tahun ajaran berjalan. Ia juga menegaskan bahwa yayasan membuka ruang komunikasi seluas-luasnya bagi orang tua dalam mendukung perkembangan pendidikan anak.
“Kita memiliki tujuan yang sama, yaitu memastikan anak-anak memperoleh pendidikan yang baik, berkembang secara optimal, dan menjadi generasi yang cerdas serta berkarakter. Jika ada masukan atau hal yang perlu didiskusikan, kami terbuka untuk berkomunikasi,” kata Fenina
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....