Konsultasi Publik Grand Design Pendidikan Papua Selatan Jadi Langkah Strategis

  • 10 Jul 2026 02:33 WIB
  •  Bovendigoel

RRI.CO.ID, BOVEN DIGOEL–Konsultasi Publik Naskah Akademik dan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Grand Design Pembangunan Pendidikan Provinsi Papua Selatan resmi dibuka di Boven Digoel, Kamis 9 Juli 2026. Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam penyusunan arah kebijakan pendidikan yang komprehensif, berkelanjutan, dan sesuai dengan karakteristik wilayah Papua Selatan.

Konsultasi publik tersebut dihadiri perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD), tokoh adat, tokoh agama, akademisi, tenaga pendidik, serta berbagai unsur masyarakat yang diharapkan dapat memberikan masukan terhadap penyusunan dokumen strategis tersebut.

Staf Ahli Bupati Boven Digoel, Jefri Hani Izak Nirahua, mewakili pemerintah daerah membuka kegiatan sekaligus menyampaikan sambutan resmi. Ia juga menyampaikan permohonan maaf dari Bupati dan Wakil Bupati yang tidak dapat hadir karena sedang melaksanakan tugas kedinasan di luar daerah.

Dalam sambutannya, Jefri menegaskan bahwa penyusunan Grand Design Pembangunan Pendidikan bukan sekadar memenuhi tahapan administrasi pembentukan peraturan daerah, melainkan menjadi upaya merancang masa depan pendidikan Papua Selatan.

"Kehadiran kita di sini bukan sekadar memenuhi prosedur administrasi penyusunan peraturan daerah, melainkan sedang merancang masa depan putra-putri Papua Selatan. Grand Design ini merupakan peta jalan yang akan menentukan arah kebijakan pendidikan 10 hingga 20 tahun ke depan," ujar Jeffri

Menurutnya, kebijakan pendidikan di Papua Selatan harus disusun berdasarkan kondisi riil daerah dan tidak dapat disamakan dengan wilayah lain di Indonesia. Karakter geografis yang terdiri atas kawasan pesisir, rawa, pedalaman hingga daerah pegunungan, serta keberagaman budaya masyarakat menjadi faktor penting yang harus menjadi dasar penyusunan kebijakan.

"Kita tidak bisa menyalin kebijakan daerah lain lalu menerapkannya di Papua Selatan. Sistem pendidikan yang dibangun harus mampu menjangkau seluruh anak di setiap kampung, sekaligus memperkuat jati diri masyarakat Papua melalui pendidikan yang berbasis ilmu pengetahuan, teknologi, dan nilai-nilai budaya," katanya.

Selain itu, Jefri mengingatkan pentingnya pembangunan karakter sebagai fondasi utama dalam dunia pendidikan. Menurutnya, pendidikan harus berlandaskan pada nilai-nilai agama, moral, dan pembentukan karakter sebelum penguatan aspek akademik.

"Pendidikan yang kokoh harus dibangun di atas nilai-nilai agama dan moral. Aspek pembentukan karakter tidak boleh diabaikan karena menjadi dasar dalam menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas," tambahnya.

Pada kesempatan tersebut, ia juga mengapresiasi kerja keras tim penyusun naskah akademik dan seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penyusunan Grand Design Pembangunan Pendidikan Papua Selatan. Ia mengajak seluruh peserta konsultasi untuk memberikan masukan, kritik, dan saran konstruktif agar dokumen yang disusun benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.

"Saya berharap seluruh peserta, baik tokoh agama, tokoh adat, pendidik maupun unsur masyarakat lainnya, dapat memberikan pandangan terbaiknya. Masukan dari lapangan sangat penting agar kebijakan yang dihasilkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat Papua Selatan," ujarnya.

Konsultasi publik berlangsung selama satu hari dengan agenda pemaparan materi, diskusi kelompok berdasarkan isu-isu prioritas, serta penyampaian berbagai rekomendasi kepada tim penyusun.

Seluruh masukan yang dihimpun akan menjadi bahan penyempurnaan naskah akademik dan Raperda sebelum diajukan kepada Pemerintah Provinsi Papua Selatan untuk dibahas lebih lanjut hingga ditetapkan menjadi Peraturan Daerah.

Melalui Grand Design Pembangunan Pendidikan ini, Pemerintah Provinsi Papua Selatan berharap pembangunan sektor pendidikan dapat berjalan lebih terarah, terintegrasi, dan berkelanjutan sehingga mampu mencetak generasi yang cerdas, berkarakter, mencintai budaya daerah, serta memiliki daya saing di tingkat nasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....