Staf Ahli Bupati Boven Digoel Tantang ASN Terapkan Hasil Pendidikan dalam Kinerja

  • 13 Jun 2026 16:20 WIB
  •  Bovendigoel

RRI.CO.ID, BOVEN DIGOEL–Pemerintah Kabupaten Boven Digoel mendorong Aparatur Sipil Negara (ASN) agar tidak hanya menempuh pendidikan tinggi sebagai formalitas akademik, tetapi mampu menerapkan ilmu dan hasil penelitian dalam pekerjaan nyata yang berdampak bagi pembangunan daerah.

Pesan tersebut disampaikan Staf Ahli Bupati Boven Digoel Bidang Ekonomi dan Keuangan, Jeffri Hanny Izaak Nirahua, saat mewakili Bupati Boven Digoel dalam kegiatan Seminar Inovasi Pelayanan Publik yang berlangsung di ruang pertemuan SMP Negeri 1 Tanah Merah, Sabtu [13 /6/2026).

Kegiatan tersebut diikuti mahasiswa Program Studi Magister Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Musamus, sebagai bagian dari rangkaian proses pendidikan akademik yang dilaksanakan melalui kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Boven Digoel.

Dalam sambutannya, Jeffri menyampaikan apresiasi kepada Universitas Musamus atas kemitraan yang telah dibangun bersama pemerintah daerah dalam meningkatkan kapasitas sumber daya aparatur.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Boven Digoel, saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Universitas Musamus, khususnya Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Kerja sama ini menjadi sarana penting dalam meningkatkan kapasitas dan kompetensi ASN melalui pendidikan jenjang magister. Ini merupakan investasi berharga bagi kemajuan daerah,” ujarnya.

Ia juga memberikan penghargaan kepada para mahasiswa yang berasal dari lingkungan ASN Kabupaten Boven Digoel yang telah mengikuti dan menyelesaikan tahapan studi terkait inovasi pelayanan publik.

Menurutnya, seminar tersebut tidak hanya menjadi agenda akademik, tetapi juga ruang strategis untuk menghadirkan gagasan dan solusi nyata dalam memperbaiki tata kelola pemerintahan.

Jeffri menegaskan bahwa tantangan pelayanan publik saat ini semakin kompleks. Masyarakat menuntut pelayanan yang cepat, transparan, mudah diakses, serta berlandaskan integritas.

“Inovasi bukan lagi pilihan, tetapi menjadi keharusan bagi setiap aparatur apabila ingin menjawab kebutuhan masyarakat dan perkembangan zaman,” tegasnya.

Pada kesempatan itu, ia turut membagikan pengalaman hasil kunjungan studi ke Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, yang memperlihatkan praktik baik dalam pelayanan publik melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) dan Badan Narkotika Nasional (BNN).

Menurutnya, pengalaman tersebut relevan diterapkan di Kabupaten Boven Digoel, terutama setelah terbentuknya Badan Pendapatan Daerah pada tahun 2026 sebagai langkah memperkuat tata kelola keuangan daerah dan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Namun demikian, ia menekankan bahwa penguatan kelembagaan harus dibarengi inovasi agar pelayanan perpajakan menjadi lebih efektif, adil, transparan, dan akuntabel.

Selain menyoroti aspek pemerintahan dan pengelolaan keuangan, Jeffri juga mengingatkan tantangan sosial yang dihadapi Boven Digoel sebagai wilayah perbatasan, terutama ancaman penyalahgunaan narkotika terhadap generasi muda.

“Sebagai daerah perbatasan, kita memiliki tanggung jawab besar. Narkotika tidak hanya merusak kesehatan, tetapi juga menghancurkan masa depan dan melemahkan daya saing bangsa. Karena itu, pendidikan, pembinaan, serta penanaman nilai moral dan spiritual harus terus diperkuat,” katanya.

Lebih lanjut, Jeffri memberikan tantangan langsung kepada para ASN peserta program magister agar ilmu yang diperoleh mampu meningkatkan kualitas perencanaan dan pelaksanaan pembangunan daerah.

“Dengan bekal pendidikan magister, Bapak dan Ibu harus lebih mampu menyusun program, menghitung anggaran secara tepat, merumuskan visi dan misi, menyusun rencana kerja, serta menentukan strategi pembangunan yang efektif. Pendidikan tinggi harus mengubah cara berpikir dan cara bekerja,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan evaluasi terhadap hasil pendidikan yang selama ini belum sepenuhnya terlihat implementasinya di lapangan.

“Saat ini ada sekitar 50 ASN yang sedang atau telah menyelesaikan pendidikan ini. Namun saya belum melihat secara nyata bagaimana hasil penelitian dan tulisan tersebut diterapkan untuk memajukan Boven Digoel. Karena itu saya tantang Bapak dan Ibu agar seminar dan tesis yang disusun benar-benar menjadi dasar dalam menjalankan tugas pokok dan fungsi. Setiap tesis harus memiliki daya ungkit bagi kemajuan daerah,” tegasnya.

Jeffri menambahkan bahwa harapan pemerintah daerah terhadap para ASN sangat besar, mengingat Kabupaten Boven Digoel masih menghadapi berbagai tantangan pembangunan, termasuk peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan dan akuntabilitas kinerja.

Menutup sambutannya, ia mengajak seluruh peserta memulai perubahan dari langkah sederhana seperti membangun disiplin dan budaya kerja yang lebih baik.

“Saya bangga melihat semangat belajar Bapak dan Ibu. Mari kita buktikan bahwa investasi pendidikan ini tidak sia-sia. Mulailah dari kedisiplinan dan perubahan pola kerja agar bersama-sama kita dapat mengubah wajah Kabupaten Boven Digoel menjadi lebih maju,” tutupnya.

Kegiatan ini diharapkan menjadi titik awal lahirnya berbagai inovasi pelayanan publik yang dapat diterapkan langsung di lingkungan kerja masing-masing ASN demi terwujudnya pelayanan yang semakin berkualitas dan meningkatnya kesejahteraan masyarakat Kabupaten Boven Digoel.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....