Dampak Self Diagnosis Pada Kesehatan Tubuh
- 10 Agt 2025 13:28 WIB
- Bone
KBRN, Bone: Kecenderungan self-diagnosis membuat masyarakat enggan untuk memeriksakan dirinya pada tenaga profesional dan memutuskan untuk melanjutkan perawatan secara mandiri dengan obat-obatan seadanya atau dengan bantuan internet. Faktanya, tanpa disadari, kebiasaan ini justru dapat menyebabkan masalah baru.
Seperti dikutip dari mitrakeluarga.com, bertindak gegabah dengan mencoba mendiagnosis diri sendiri bisa berpotensi menyebabkan beberapa hal berikut:
1. Penyakit Asli Tidak Terdeteksi
Saat melakukan self diagnosis, Anda akan mencocok-cocokkan gejala yang dialami dengan informasi mengenai daftar gejala sebuah penyakit yang berada di internet.
Nah, yang perlu diketahui, terkadang satu gejala bisa berkaitan dengan beberapa jenis penyakit. Jadi, peluang untuk salah diagnosis cukup besar. Misalnya, Anda sedang stres berat dan tidak ingin bertemu dengan orang lain. Sewaktu browsing di internet, Anda baca bahwa gejala yang dirasakan itu berarti depresi.
Apa lantas Anda depresi? Belum tentu!
Pasalnya, gangguan kecemasan juga bisa memiliki gejala yang sama. Bahkan, bisa jadi Anda ternyata cuma stres biasa.
Contoh lainnya, Anda sedang batuk-batuk dan hidung tersumbat. Setelah menyaksikan konten di media sosial, Anda menyimpulkan, bahwa Anda mengalami sinusitis. Padahal, bisa jadi Anda hanya batuk dan flu biasa.
2. Jadi Stres Sendiri
Karena hanya berbekal artikel di internet tanpa konsultasi ke dokter atau psikiater, self diagnosis akhirnya bisa bikin Anda jadi stres berat.
Bagaimana tidak, semakin banyak baca, sepertinya semakin berat saja penyakit yang mungkin Anda derita. Bukan mustahil Anda juga jadi khawatir berlebihan mengenai masa depan. Misalnya, bagaimana kalau Anda kanker, sementara kuliah belum selesai? Bagaimana kalau ternyata penyakit Anda tidak bisa disembuhkan sementara masih ada anak-anak usia balita yang butuh didampingi?
3. Perilaku Bisa Berubah
Stres berat akibat melakukan self diagnosis pada akhirnya bisa berpengaruh pada perilaku Anda.
Anda bisa saja melampiaskan stres dengan cara marah-marah, mabuk-mabukan, merokok, makan berlebihan, dan lain-lain.
Tentu saja perilaku ini bisa berdampak buruk, baik bagi diri sendiri maupun orang lain.
4. Salah Penanganan
Melakukan self diagnosis juga dapat mendorong Anda untuk berusaha mengobati diri sendiri. Bisa dengan membeli obat tanpa resep dokter, mencoba berbagai jenis obat bebas di apotek, atau pengobatan alternatif.
Bahkan, bisa saja Anda membiarkan gejala yang dialami begitu saja. Sementara itu, menunda atau mengabaikan perawatan bisa memperparah gejala yang dialami.
5. Salah Minum Obat
Ketika Anda berinisiatif beli obat sendiri, bagaimana dengan dosisnya atau berapa lama obat itu harus diminum? Apakah obat itu bisa diminum bersama obat lain?
Semua detail terkait konsumsi obat ini tidak Anda ketahui, karena tidak konsultasi dengan dokter.
Akibatnya, keputusan self diagnosis ini bisa berujung Anda juga berisiko salah minum obat. Memutuskan minum obat berdasarkan info dari internet juga terkadang bisa menyesatkan.
Pasalnya, dokterlah yang sebenarnya tahu jenis dan dosis obat yang paling sesuai dengan gejala serta kondisi kesehatan Anda.
Salah minum obat bisa berakibat buruk, sebab obat-obatan mengandung bahan kimia yang berbahaya bila tidak digunakan semestinya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....