Mikroplastik Ancam Kesehatan Manusia dan Kelestarian Lingkungan
- 17 Jun 2026 08:40 WIB
- Bone
RRI.CO.ID, Bone - Sampah telah menjadi masalah serius yang membutuhkan perhatian semua pihak. Kini dampak sampah tak hanya soal pencemaran, namun turut berkontribusi besar pada perubahan iklim (climate change). Ironisnya, besarnya dampak yang ditimbulkan, tak lantas membuat masyarakat sadar akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungannya dari sampah. Faktanya, Indonesia memproduksi sekitar 71 juta ton sampah setiap tahun. Komposisi limbah didominasi oleh sampah organik rumah tangga (sisa makanan) dan sampah plastik.'
Dari laman plasticsmartcities.wwf.id, meskipun sering kali tidak terlihat oleh mata telanjang, keberadaan mikroplastik telah merambah ke berbagai aspek kehidupan kita, mencemari udara, air, dan tanah. Dari pakaian sintetis yang kita kenakan hingga produk kosmetik yang kita gunakan, mikroplastik tersebar luas dan sulit dihindari. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran mendalam, mengingat dampaknya yang potensial terhadap kesehatan dan kelestarian lingkungan. Salah satu kekhawatiran utama terkait mikroplastik adalah dampaknya terhadap kesehatan manusia.
Mikroplastik telah ditemukan dalam air minum, baik dalam air kemasan maupun air keran, dan bahkan dalam makanan yang kita konsumsi sehari-hari, seperti ikan dan kerang. Ketika mikroplastik masuk ke dalam tubuh, partikel-partikel ini dapat menyebabkan peradangan, kerusakan sel, dan gangguan pada sistem kekebalan tubuh.
Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa mikroplastik dapat membawa bahan kimia berbahaya yang mampu mengganggu sistem endokrin, yang dapat memicu masalah kesehatan jangka panjang seperti gangguan hormon dan penyakit kronis. Selain dampaknya pada kesehatan manusia, mikroplastik juga berdampak buruk pada ekosistem alam.
Partikel-partikel ini telah ditemukan di berbagai lingkungan, mulai dari puncak gunung tertinggi hingga kedalaman laut terdalam. Di laut, misalnya, micro plastik dapat merusak kehidupan laut dengan mengganggu rantai makanan dan mengancam keanekaragaman hayati.
Ikan dan hewan laut lainnya seringkali mengira mikroplastik sebagai makanan, yang kemudian dapat mempengaruhi kesehatan mereka dan, pada akhirnya, juga mempengaruhi manusia yang mengonsumsi hewan-hewan tersebut. Dengan demikian, permasalahan mikroplastik tidak hanya menjadi isu lingkungan, tetapi juga krisis kesehatan global yang memerlukan perhatian serius dan tindakan segera.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....