Dosen IAIN Bone Rintis Usaha Bawang Goreng Halal
- 26 Okt 2025 20:34 WIB
- Bone
KBRN,Bone : Di tengah kesibukannya sebagai dosen, Jumriani, pengajar tetap IAIN Bone, menemukan cara unik untuk menerapkan hasil risetnya tentang kesadaran halal. Ia merintis usaha kuliner dengan produk “iLasuna Bawang Goreng Kriuk Bone”, bawang goreng otentik yang bukan hanya lezat, tetapi juga halal dan thayyiban (baik dan sehat).
“Saya ingin melakukan aksi nyata dari riset yang kami lakukan, bukan sekadar teori. Produk ini wujud dari kesadaran halal yang saya teliti,” ungkapnya saat dihubungi rri.co.id, pada Minggu(26/10/2025).
Ide usaha ini bermula dari hobi memasak dan kecintaan Jumriani pada bawang goreng. Resep turun-temurun dari almarhumah ibunya menjadi awal inspirasi.
“Saya penggemar bawang goreng dan sering buat sendiri di rumah. Tapi setelah ikut riset tentang kesadaran halal di 20 pasar tradisional, saya sadar banyak produk yang belum memenuhi standar halal dan kualitasnya kurang baik,” ujarnya.
Dari hasil penelitian itu pula, ia bersama suaminya, Prof. Dr. Syaparuddin, S.Ag., M.Si., menerbitkan buku berjudul Kesadaran Halal dalam Aksi Nyata pada Juli 2025. Setelah buku tersebut terbit, Jumriani merasa perlu melakukan langkah nyata agar risetnya tidak berhenti di meja akademik. Dengan dukungan program pendampingan halal di IAIN Bone, ia mulai mengurus Nomor Induk Berusaha (NIB) dan sertifikasi halal untuk produknya.
“Masya Allah, prosesnya dimudahkan. Akhirnya lahirlah iLasuna Bawang Goreng Kriuk Bone, yang insya Allah halal dan berkualitas,” katanya.
| Baca juga: Pemuda Desa Bangun Usaha, Desa Bergerak |
Produk bawang goreng racikannya dibuat dari bahan pilihan, yaitu bawang merah Enrekang dan minyak goreng berkualitas. “Kami tidak menambah garam, penyedap, atau bahan tambahan lain. Gurihnya murni dari bawang merah,” jelasnya. Ia juga menekankan pentingnya kebersihan dan proses produksi yang aman, mulai dari pencucian, penggorengan hingga pengemasan dalam toples bersih dan kedap udara agar tahan lama tanpa bau tengik.
Penjualan perdana dilakukan di area GOR Lapatau Bone, Jl. Reformasi, Kecamatan Tanete Riattang Barat. Lokasi itu ia pilih karena setiap Minggu ramai dikunjungi warga yang berolahraga dan berwisata kuliner. “Hari pertama memproduksi 5 kilogram bawang merah, lalu meningkat jadi 25 kilogram di akhir pekan berikutnya. Alhamdulillah separuh terjual offline, sisanya lewat online, bahkan ada yang langsung repeat order,” tuturnya.
| Baca juga: Usaha Penyewaan Baju Bodo Kian Menjanjikan |
Dalam mengelola usaha, Jumriani tidak sendiri. Ia berkolaborasi dengan adiknya, M. Nur Arham, S.E., M.E., yang juga dosen LB di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Bone. “Tantangan kami adalah waktu, karena kami tetap harus fokus mengajar. Jadi sementara ini kami produksi hanya di akhir pekan. Selain itu, harga bahan baku yang fluktuatif juga jadi tantangan,” ujarnya.
Ke depan, Jumriani berharap iLasuna Bawang Goreng Kriuk Bone bisa menembus pasar modern dan menciptakan lapangan kerja baru. “Kami ingin produk ini masuk ke minimarket atau supermarket agar bisa menjangkau lebih banyak konsumen. Yang terpenting, kami akan terus menjaga kualitas bahan dan cita rasa bawang goreng khas Bone,” pungkasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....