Bermodal Rp.200 Ribu, Jadi Awal Usaha Roti Bakar Rindu

  • 09 Agt 2026 21:55 WIB
  •  Bone

RRI.CO.ID,Bone - Memulai usaha tidak selalu membutuhkan modal besar. Hal itu dibuktikan pasangan muda Jusman Angriawan dan Fitriani yang mengembangkan Roti Bakar Rindu.idn dari usaha rumahan dengan modal awal sekitar Rp200 ribu. Usaha tersebut bermula dari keinginan keduanya mencari tambahan penghasilan sekaligus membangun kegiatan produktif bersama. Minggu,9 Agustus 2026.

Jusman mengatakan, modal awal usaha tersebut berasal dari sebagian gajinya yang disisihkan. Uang tersebut kemudian diberikan kepada Fitriani untuk membeli bahan dasar dan berbagai topping yang dibutuhkan untuk membuat roti bakar. Produk pertama kali dibuat di rumah dan belum langsung diproduksi dalam jumlah banyak karena keduanya ingin melihat terlebih dahulu respons dari orang-orang terdekat.

"Istri saya coba membeli bahan dan topping, kemudian kami buat di rumah. Setelah itu kami tawarkan kepada keluarga dan teman-teman untuk melihat bagaimana respons mereka," kata Jusman.

Respons positif dari keluarga, teman dan tetangga kemudian membuat keduanya berani menerima pesanan. Pada tahap awal, pemasaran dilakukan secara sederhana melalui orang-orang terdekat. Pesanan yang semakin bertambah kemudian membuat Jusman dan Fitriani mulai memanfaatkan media sosial untuk memperkenalkan produk kepada masyarakat yang lebih luas.

Menurut Jusman, perjalanan tersebut menjadi bukti bahwa seseorang tidak harus menunggu memiliki modal besar untuk memulai usaha. Bagi dirinya, keberanian untuk mencoba, kemauan belajar dan kesediaan menerima masukan justru menjadi modal penting ketika seseorang baru mulai mengenal dunia usaha. "Yang paling penting itu tekad dan keyakinan. Kalau memang gagal, kita evaluasi apa yang salah, kemudian diperbaiki," ujarnya.

Dari usaha rumahan tersebut, Roti Bakar Rindu.idn kini telah berkembang dan memiliki tempat usaha di Jalan Sungai Musi, Kabupaten Bone. Usaha yang awalnya dikelola sendiri oleh pasangan tersebut kini juga telah memiliki satu orang karyawan untuk membantu proses pelayanan dan operasional harian.

Dalam perkembangannya, penjualan Roti Bakar Rindu.idn disebut telah mencapai sekitar 60 kotak per hari. Bahkan berdasarkan catatan selama dua bulan terakhir, pasangan tersebut mengaku telah menjual sekitar 1.790 kotak roti. Ke depan, mereka berencana mengembangkan usaha hingga mampu memproduksi roti sendiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....