Stres Berkepanjangan Ternyata Pengaruhi Kadar Gula Darah

  • 13 Jul 2026 15:30 WIB
  •  Bogor

RRI.CO.ID, Bogor - Sering merasa cemas atau panik berlebihan? Ternyata bukan cuma pikiran yang terdampak, tapi juga tubuh, termasuk kadar gula darah. Mari, kenali kenapa hal ini bisa terjadi.

Saat cemas atau panik, tubuh secara otomatis masuk ke mode "fight-or-flight" yaitu siap melawan atau lari dari bahaya. Dilansir dari laman UCSF Diabetes Teaching Center dan Diabetes Australia, mode ini memicu keluarnya dua hormon stres, yaitu kortisol dan adrenalin.

Bila hanya sesekali, ini wajar dan bahkan membantu tubuh siaga. Masalahnya, bila cemas terus berlangsung lama, tubuh jadi terus-menerus dalam kondisi "siap tempur".

Ketika hormon stres muncul, hati langsung melepas cadangan gula (glukosa) ke dalam darah. Tujuannya, agar tubuh punya energi cepat untuk "bertarung atau lari". Ini dijelaskan dalam laman DiabetesSisters dan African Journal of Diabetes Medicine.

Bila stresnya hanya sebentar, gula ini biasanya langsung terpakai. Tapi bila cemas berlangsung terus tanpa ada aktivitas fisik yang seimbang, gula ekstra ini akan menumpuk di darah.

Dilansir dari laman jurnal PMC (NCBI), Diabetes Australia, dan Life Program Australia, Kortisol yang terus-menerus tinggi bisa membuat insulin yaitu hormon yang bertugas memasukkan gula ke sel tubuh, jadi kurang efektif.

Kondisi ini disebut resistensi insulin. Akibatnya gula yang seharusnya diserap sel, menumpuk di darah dan membuat kadar gula darah naik.

Selain itu, dilansir dari laman Veri Health, stres berkepanjangan juga sering memicu ingin makan makanan manis atau tinggi kalori, susah tidur, dan menumpuk lemak di perut, yang ikut memperberat resistensi insulin.

Stres bukan satu-satunya penyebab diabetes. Diabetes tipe 2 biasanya muncul karena banyak faktor, seperti pola makan, aktivitas fisik, faktor keturunan, dan berat badan.

Dilansir dari laman Healthline dan imaware, beberapa penelitian menunjukkan bahwa cemas dan stres yang berlangsung lama tetap berkaitan dengan naiknya risiko diabetes, dan bikin gula darah pada penyandang diabetes lebih sulit dikontrol.

Karena pikiran dan tubuh saling terhubung, mengelola stres jadi salah satu cara menjaga gula darah tetap stabil. Beberapa hal sederhana yang bisa dicoba:

• Olahraga ringan secara rutin

• Tidur yang cukup

• Latihan relaksasi, seperti tarik napas dalam atau meditasi

• Kurangi kafein dan makanan manis berlebih saat sedang cemas

Bila rasa cemas atau panik terasa berat dan sulit dikendalikan sendiri, tidak ada salahnya bicara dengan dokter atau psikolog. Selain membantu meredakan kecemasan, ini juga bisa membantu menjaga kondisi tubuh secara keseluruhan, termasuk gula darah.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....