Kebiasaan Jalan Kaki Bantu Redakan Risiko Nyeri Punggung
- 18 Jun 2026 22:10 WIB
- Bogor
RRI.CO.ID, Bogor: Nyeri punggung bawah menjadi salah satu penyebab utama gangguan aktivitas dan disabilitas di berbagai negara. Kondisi ini dialami ratusan juta orang di dunia dan sering kali muncul kembali meskipun penderita telah sembuh dari serangan sebelumnya.
Sebuah penelitian terbaru menemukan bahwa kebiasaan berjalan kaki secara teratur menemukan bahwa kebiasaan berjalan kaki secara teratur dapat membantu mengurangi risiko kambuhnya nyeri punggung bawah. Temuan tersebut memberikan harapan baru bagi penderita yang selama ini berjuang menghadapi nyeri yang datang berulang kali.
Dilansir dari website www.nationalgeographic.com Para peneliti mengungkapkan bahwa aktivitas berjalan kaki merupakan bentuk olahraga sederhana yang mudah dilakukan oleh hampir semua orang. Selain tidak memerlukan biaya besar, kegiatan ini juga dapat disesuaikan dengan kemampuan fisik masing-masing individu.
Menurut para ahli, gerakan saat berjalan membantu meningkatkan aliran darah ke area tulang belakang. Peningkatan sirkulasi tersebut memungkinkan lebih banyak oksigen dan nutrisi mencapai jaringan yang membutuhkan proses pemulihan.
Jalan kaki jgua memberikan beban ringan yang bermanfaat bagi tulang belakang, otot, dan sendi. Rangsangan fisik yang terjadi secara berulang membantu menjaga kekuatan jaringan sekaligus meningkatkan fungsinya dalam menopang tubuh.
Selain manfaat fisik, berjalan kaki dapat membantu mengurangi rasa takut untuk bergerak yang sering dialami penderita nyeri punggung. Banyak orang cenderung membatasi aktivitas karena khawatir rasa sakit akan kembali muncul, padahal kurang bergerak justru dapat memperburuk kondisi.
Dalam penelitian tersebut, para ilmuwan melibatkan lebih dari 700 peserta yang baru pulih dari episode nyeri punggung bawah. Seluruh peserta sebelumnya tidak memiliki kebiasaan olahraga rutin dan memiliki riwayat nyeri punggung yang berulang.
Peserta kemudian dibagi menjadi dua kelompok dengan perlakuan yang berbeda. Kelompok pertama mendapatkan pendampingan untuk menjalani program jalan kaki secara bertahap, sedangkan kelompok kedua tidak menerima intervensi khusus.
Program yang diberikan mendorong peserta untuk berjalan kaki hingga 30 menit per hari sebanyak lima kali dalam seminggu. Pendekatan ini dirancang secara individual agar sesuai dengan kondisi kesehatan dan aktivitas harian masing-masing peserta.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta yang menjalani program jalan kaki memiliki risiko kambuh yang lebih rendah dibandingkan kelompok lainnya. Mereka tercatat sekitar 28 persen lebih kecil kemungkinannya mengalami nyeri punggung bawah berulang.
Tidak hanya itu, jarak waktu antara satu episode nyeri dan episode berikutnya juga menjadi lebih panjang. Kelompok yang rutin berjalan kaki rata-rata mampu bertahan hingga 208 hari sebelum mengalami kekambuhan, sementara kelompok tanpa program berjalan hanya sekitar 112 hari.
Para peneliti menilai bahwa gerakan merupakan bagian penting dalam proses pemulihan tubuh. Oleh karena itu, membiasakan berjalan kaki secara rutin dapat menjadi langkah sederhana namun efektif untuk menjaga kesehatan punggung dan mencegah nyeri datang kembali.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....